ACEH SELATAN, Bersuarakita— Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Aceh Selatan mengumumkan hasil uji sampel terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) Salah satu dapur SPPG di Kecamatan Pasie Raja.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, ditemukan adanya kontaminasi mikroba pada sejumlah sampel makanan yang diuji.
Ketua Satgas MBG Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, menyampaikan bahwa uji laboratorium terhadap lima sampel makanan dari SPPG Padang Asahan menunjukkan sebagian tidak memenuhi syarat keamanan pangan.
“Ditemukan kontaminasi mikroba seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Peristiwa ini bermula pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB, ketika 18 orang datang ke IGD Puskesmas Ujung Padang Rasian, Kecamatan Pasie Raja, dengan keluhan mual, muntah, diare, pusing, dan sakit perut. Mereka didiagnosis mengalami Gastroenteritis Akut (GEA).
Dinas Kesehatan Aceh Selatan kemudian melakukan investigasi pada hari yang sama dengan meninjau puskesmas serta dapur SPPG Padang Asahan yang mendistribusikan sekitar 3.000 porsi makanan ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Dari hasil penyelidikan epidemiologi, diketahui para pasien memiliki riwayat mengonsumsi makanan dari program MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, Kamis (26/2/2026).
Sampel makanan dan minuman selanjutnya diuji di BBPOM Banda Aceh. Hasilnya menunjukkan adanya cemaran bakteri yang dikenal dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan.
Secara umum, bakteri seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella kerap ditemukan pada makanan yang tidak ditangani secara higienis, tidak dimasak sempurna, atau disimpan pada suhu yang tidak sesuai dalam waktu tertentu.
Namun demikian, hingga saat ini pihak berwenang belum menyimpulkan secara pasti sumber utama kontaminasi dalam kasus tersebut dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Paparan bakteri tersebut diketahui dapat memicu gejala keracunan makanan, antara lain mual, muntah, diare, serta sakit perut, seperti yang dialami para pasien dalam kejadian ini.
Pada kondisi tertentu, infeksi juga dapat disertai demam dan memerlukan penanganan medis.
Satgas MBG Aceh Selatan menegaskan bahwa hasil uji ini akan menjadi dasar evaluasi bagi seluruh pihak terkait dalam penyelenggaraan program MBG ke depan.
“Temuan ini menjadi bahan masukan bagi instansi dan pengambil kebijakan sesuai kewenangannya,” kata Diva.













