Daerah  

77 Siswa Baru SMAN Unggul Tapaktuan Dikukuhkan sebagai Anggota Pramuka

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Sebanyak 77 peserta didik baru kelas X SMA Negeri Unggul Tapaktuan (SMANUTA), Kabupaten Aceh Selatan, resmi dikukuhkan sebagai anggota Pramuka Ambalan Gugus Depan 07.019–07.020.

Pengukuhan berlangsung melalui Upacara Penerimaan Tamu Ambalan 2026 dengan tema “Welcome to Pramuka SMANUTA” di aula dan lapangan upacara SMAN Unggul Tapaktuan, Jumat (12/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan peserta didik untuk mengenal lebih jauh nilai, tradisi, disiplin, serta tanggung jawab sebagai anggota Pramuka.

Kepala SMAN Unggul Tapaktuan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Safridi Usmar, S.Pd., mengatakan pendidikan di sekolah tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik.

Menurut dia, kegiatan Pramuka menjadi salah satu sarana untuk membentuk karakter dan kepemimpinan peserta didik.

“Pendidikan di SMA Negeri Unggul Tapaktuan tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga mencetak pemimpin masa depan yang tangguh dan berkarakter dengan menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” kata Safridi dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).

Safridi juga mendorong peserta didik untuk menargetkan tingkatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka, yakni Pramuka Garuda.

Ia menyebut sertifikat Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu bekal prestasi bagi siswa dalam melanjutkan pendidikan maupun menghadapi proses seleksi pada sejumlah bidang profesi.

“Pramuka Garuda harus menjadi target anak-anak kita. Prestasi dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan Pramuka dapat menjadi nilai tambah dalam perjalanan pendidikan dan masa depan mereka,” ujarnya.

Menurut Safridi, kegiatan penerimaan tamu ambalan tersebut mendapat dukungan serta bimbingan teknis dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Aceh Selatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan, Kwarcab Aceh Selatan, serta seluruh panitia yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Upacara tersebut dihadiri Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Aceh, Dahlawi, S.Kom., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh sekaligus bertindak sebagai pembina upacara.

Turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan, Annadwi, S.Pd., M.M., yang memberikan pembekalan mengenai karakter dan identitas ambalan kepada peserta didik.

Dalam amanatnya, Dahlawi menekankan pentingnya membangun kebiasaan disiplin sejak usia sekolah, termasuk membiasakan diri bangun pagi.

“Salah satu kebiasaan terpenting yang harus ditanamkan adalah disiplin bangun pagi. Hal ini selaras dengan nilai spiritual dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yakni dua rakaat sebelum salat Subuh itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya,” ujar Dahlawi di hadapan peserta didik.

Ia mengajak para siswa memanfaatkan waktu pagi dengan kegiatan positif, mulai dari menjalankan ibadah, mengulang pelajaran hingga berolahraga secara rutin.

Dahlawi juga meminta peserta didik mengubah pola pikir dan meningkatkan kesungguhan dalam belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Masa depan Aceh 10 hingga 15 tahun ke depan berada di tangan kalian yang akan menjadi pemimpin negeri. Kemajuan pembangunan, ekonomi dan SDM sangat tergantung pada generasi saat ini,” tegasnya.

Ia mengatakan Gerakan Pramuka dapat menjadi ruang pembentukan karakter di luar kegiatan pembelajaran formal.

Menurut Dahlawi, Pramuka dapat menempa kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, semangat gotong royong, cinta tanah air, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN Unggul Tapaktuan, Cut Kak Eva Julita, S.Pd., M.Pd., memberikan materi bertajuk “Pramuka Jalan Menuju Prestasi dan Masa Depan”.

Ia menekankan bahwa kegiatan Pramuka tidak sekadar aktivitas ekstrakurikuler, tetapi dapat menjadi wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.

Adapun Guru Pembina Pramuka SMANUTA, Cut Bang Menaldi Rozaik, S.Pd., memberikan pembekalan mengenai identitas, nilai-nilai, serta tradisi Ambalan SMANUTA kepada 77 peserta didik baru.