Daerah  

Mensos Gus Ipul Ajak IPSM Perkuat Peran dalam Program Kesejahteraan Sosial

BALIGE,Bersuarakita – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) memperkuat perannya sebagai bagian dari Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) guna mendukung berbagai program kesejahteraan sosial pemerintah, mulai dari pendataan masyarakat, penyaluran bantuan sosial hingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul saat memberikan sambutan secara virtual pada Temu Nasional Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) ke-51 yang digelar di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema “Bekerja, Bergerak, Berdampak”, Gus Ipul menegaskan bahwa pekerja sosial masyarakat harus terus hadir di tengah masyarakat dengan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung.

“Bekerja, hadir dengan tanggung jawab, ketulusan dan kerja nyata. Bergerak, tidak menunggu tetapi turun langsung ke masyarakat. Berdampak, kerja sosial harus menghasilkan perubahan yang dirasakan warga,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, IPSM merupakan wadah yang menghimpun kekuatan sosial masyarakat. Para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan yang membantu kelompok rentan, mulai dari lanjut usia, anak-anak, penyandang disabilitas, keluarga miskin, korban bencana hingga masyarakat terlantar.

Gus Ipul juga meminta PSM mengambil peran aktif dalam mendukung mandat Presiden kepada Kementerian Sosial, khususnya mewujudkan data kesejahteraan sosial yang akurat, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

Ia menjelaskan sistem kesejahteraan sosial dapat dianalogikan seperti dua kutub magnet. Kutub pertama adalah kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), sedangkan kutub lainnya merupakan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), termasuk para Pekerja Sosial Masyarakat.

“PSKS adalah negara dan masyarakat. Saudara-saudara Pekerja Sosial Masyarakat adalah bagian dari potensi itu, bagian dari kekuatan yang menyediakan pertolongan,” katanya.

Menurut Gus Ipul, kedua kutub tersebut hanya akan berfungsi apabila dihubungkan melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) yang menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan dengan pihak yang memberikan layanan sosial.

Lebih lanjut, ia mendorong PSM meningkatkan kapasitas sehingga tidak hanya berperan sebagai relawan sosial, tetapi juga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Ia menekankan empat peran utama yang harus dijalankan PSM, yakni menjadi pelopor inovasi di desa, membangkitkan semangat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar mandiri, menggerakkan gotong royong dan potensi lokal, serta memastikan data kesejahteraan sosial tetap akurat melalui pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menggunakan aplikasi Cek Bansos dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).

Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya sinergi antara PSM dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Karang Taruna, pelopor perdamaian, dan seluruh relawan sosial lainnya melalui Puskesos maupun SLRT.

“Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada lagi ego sektoral,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini terdapat 33.191 Pekerja Sosial Masyarakat aktif yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Temu Nasional PSM ke-51 di Balige turut dihadiri Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, Wakil Bupati Toba Audi Murphy, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Ala, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Toba Lalo Hartono Simanjuntak, Direktur Customer Health PT Kalbe Farma Tunghadi Indra, Ketua Umum IPSM Nasional Prof. Andriansyah, serta pengurus IPSM dan perwakilan PSM dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Sosial bersama Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Sentra Bahagia, Sentra Insyaf Medan, dan PT Kalbe Farma juga menyerahkan bantuan sosial senilai Rp1.065.082.934 kepada keluarga penerima manfaat.

Bantuan tersebut meliputi paket sembako dan nutrisi, alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan pemberdayaan ekonomi, serta layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.