BATAM,Bersuarakita – Gangguan pasokan air bersih di Kota Batam yang berlangsung selama satu tahun terakhir kian mengkhawatirkan masyarakat dan pelaku usaha. Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepri, Ismail, mendesak BP Batam dan pengelola SPAM untuk bersikap jujur mengenai penyebab utama krisis ini.
Ismail menilai klaim pemeliharaan jaringan yang disampaikan pengelola tidak masuk akal karena gangguan terjadi secara meluas dan berlarut-larut.
“Jika ini memang karena perbaikan, harus dijelaskan kapan selesainya. Di beberapa daerah air mati total, bahkan jadwal pengilirannya tidak menentu,” ujar Ismail.
Penyusutan Waduk & Kerusakan Hutan: Krisis diduga kuat dipicu oleh penurunan volume air di waduk-waduk utama akibat musim kemarau yang diperparah oleh pembabatan hutan lindung di sekitar kawasan tangkapan air.
Transparansi Status Waduk: BP Batam diminta membuka data kondisi riil waduk-waduk vital, seperti Waduk Duriangkang, Mukakuning, Tembesi, Sei Harapan, Sei Ladi, dan Nongsa.
Ketidaksesuaian Tagihan: Warga mengeluhkan tingginya tagihan bulanan yang tidak sebanding dengan penurunan kualitas dan kuantitas distribusi air.
Ancaman Musim Kemarau Cuaca ekstrem dan cuaca panas meningkatkan potensi krisis air yang lebih parah serta risiko kebakaran lahan.
IPJI Kepri mendesak Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam untuk mengambil langkah tegas. Jika pengelola SPAM saat ini dinilai tidak mampu mengatasi krisis pasokan air baku dan distribusi, BP Batam disarankan untuk segera melakukan evaluasi total atau mengganti pengelola demi kepentingan masyarakat luas.












