MEDAN, Bersuarakita.id – Taman Cadika Medan berubah menjadi arena penuh semangat, tawa dan kreativitas selama dua hari, 22–23 Agustus 2026. Pemko Medan menggelar Gebyar Kemerdekaan untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan menghadirkan 15 perlombaan dan pertandingan yang melibatkan pimpinan perangkat daerah serta jajaran kewilayahan.
Beragam perlombaan dikemas unik dan menghibur. Mulai dari karaoke lagu perjuangan, bakiak, pidato POV Wali Kota Medan, catur, dambatu, rias wajah dengan mata tertutup, tenis meja, kartu trup Glgembira, berbalas pantun, tarik tambang, futsal gembira menggunakan sarung, pukul bantal di atas danau, fashion show, memasak nasi goreng, hingga balap karung menggunakan helm. Setiap perlombaan menghadirkan suasana berbeda dan mengundang antusiasme peserta maupun penonton.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Medan HM Sofyan mengatakan, kegiatan tersebut digelar sesuai arahan Wali Kota sebagai sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan di lingkungan Pemko Medan.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kegiatan ini kami laksanakan secara serentak di lingkup Pemerintah Kota Medan antar pimpinan perangkat daerah,” kata Sofyan.
Menurut Sofyan, pelaksanaan 15 perlombaan tersebut telah melalui proses rapat, pembahasan dan diskusi bersama sejumlah perangkat daerah terpilih. Atas izin Wali Kota Medan, Korpri Kota Medan juga dilibatkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antarperangkat daerah.
“Kebersamaan itu nilainya sangat tinggi. Alhamdulillah, hal tersebut berhasil kita capai bersama,” ungkap Sofyan yang juga bertindak sebagai koordinator pelaksanaan. Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan telah dilaporkan kepada Sekretaris Daerah Kota Medan.
Semangat kompetisi terlihat dalam setiap pertandingan. Peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan, tetapi juga kekompakan dan sportivitas.
Pada lomba tarik tambang dan futsal sarung, misalnya, kerja sama tim menjadi kunci. Sementara lomba pukul bantal di atas danau menghadirkan aksi seru yang mengundang gelak tawa.
Kreativitas juga menjadi warna tersendiri dalam sejumlah perlombaan. Peserta karaoke membawakan lagu-lagu perjuangan dan kemerdekaan, peserta fashion show tampil dengan gaya masing-masing, sedangkan lomba memasak nasi goreng memperlihatkan kemampuan peserta mengolah menu dengan kreasi berbeda. Suasana semakin cair karena para pimpinan perangkat daerah ikut terlibat langsung.
Selama dua hari, Taman Cadika tidak hanya menjadi lokasi perlombaan, tetapi juga ruang bertemunya jajaran Pemko Medan dalam suasana yang lebih santai.
Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah rutinitas pemerintahan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Berdasarkan hasil akhir dari seluruh cabang yang dipertandingkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan berhasil keluar sebagai juara umum. Predikat tersebut menjadi penutup manis dari rangkaian Gebyar Kemerdekaan HUT ke-81 RI Pemko Medan.












