ACEH SELATAN,Bersuarakita – Tokoh masyarakat Aceh Selatan yang berdomisili di Jakarta, H. Ujang Kasim, mengapresiasi penyelenggaraan Inspiring Tahfidz Quran and Science (ITQANS) II yang digelar Ma’had Ulumul Quran (MUQ) Aceh Selatan di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 September 2026, tersebut menjadi wadah pengembangan potensi bagi pelajar dan santri di kawasan Aceh Selatan dan wilayah Barat-Selatan Aceh.
Tidak hanya berfokus pada kompetisi Al-Qur’an, ITQANS II juga memadukan unsur pendidikan, sains, seni, budaya, serta nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Sekitar 900 peserta dari berbagai sekolah dan pesantren ambil bagian dalam ajang tersebut. Pada pelaksanaan tahun kedua, panitia mempertandingkan 19 cabang perlombaan atau bertambah tiga cabang dibandingkan ITQANS I yang digelar pada 2025.
H. Ujang Kasim turut menghadiri rangkaian ITQANS II bersama sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, kalangan pendidikan, serta mitra MUQ Aceh Selatan.
Kehadirannya dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual dan sosial.
Menurut H. Ujang Kasim, kegiatan seperti ITQANS memiliki arti penting bagi masa depan generasi muda Aceh Selatan. Kompetisi tersebut, kata dia, tidak semata-mata menjadi arena untuk mengejar prestasi dan kemenangan.
Lebih dari itu, ITQANS menjadi ruang pembentukan karakter melalui penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, budaya Aceh, serta nilai-nilai keislaman.
“Kegiatan seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan. Anak-anak kita membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun karakter dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta ilmu pengetahuan,” ujar H. Ujang Kasim.
Ia menilai keterlibatan ratusan pelajar dan santri dari berbagai sekolah dan pesantren juga menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan.
Pertemuan generasi muda dalam satu ruang kompetisi, menurutnya, dapat menumbuhkan semangat untuk saling belajar, berprestasi dan membangun jaringan persahabatan sejak dini.
ITQANS II tahun ini mengusung tema “Meurumpok Budaya, Ta Jaga Alam Raya, Meusahoe Umat, Ta Meuneumat Bak Ilme Ngoen Agama.”
Tema tersebut merepresentasikan semangat untuk memadukan nilai-nilai Al-Qur’an, pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian budaya Aceh, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam proses pembentukan generasi muda.
Direktur Pesantren MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand.) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya pada penutupan kegiatan menegaskan bahwa ITQANS tidak boleh berhenti sebatas seremoni dan perlombaan.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh peserta selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, menjaga lingkungan, serta melestarikan identitas dan budaya daerah.
Selain perlombaan, ITQANS II juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti pertunjukan seni, kegiatan keagamaan, bazar, hingga Muzakarah dan Konsolidasi Ulama Aceh Selatan.
Dalam forum tersebut, para ulama dan tokoh membahas berbagai persoalan keumatan, termasuk keterkaitan antara nilai-nilai Al-Qur’an dan tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan.
Pada malam penutupan, MIN 14 Tapaktuan Aceh Selatan kembali mencatatkan prestasi dengan meraih gelar Juara Umum ITQANS II.
Prestasi tersebut sekaligus mempertahankan capaian MIN 14 Tapaktuan yang sebelumnya juga keluar sebagai Juara Umum pada pelaksanaan ITQANS I tahun 2025.
H. Ujang Kasim berharap ITQANS dapat terus dikembangkan menjadi agenda pendidikan yang berkelanjutan dan semakin besar pada masa mendatang.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut penting agar semakin banyak generasi muda Aceh Selatan dan kawasan Barat-Selatan Aceh memperoleh kesempatan mengembangkan bakat, memperkuat karakter dan menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.
“Generasi muda harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk berkembang. ITQANS telah menunjukkan bahwa pendidikan agama, ilmu pengetahuan, budaya dan kreativitas dapat berjalan bersama dalam membentuk generasi yang unggul,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut kelak tidak hanya menjadi agenda tahunan MUQ Aceh Selatan, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu ikon pembinaan generasi muda di kawasan Barat-Selatan Aceh.












