Daerah  

Siswa SMAN 1 Tapaktuan Manfaatkan YouTube untuk Sebarkan Informasi Positif

Reporter SMANSA News mewawancarai Ketua SMSI Aceh Selatan Sudirman Hamid dalam kegiatan Workshop Dasar Jurnalistik di Tapaktuan, Rabu (9/9/2026).

ACEH SELATAN, Bersuarakita –  Derasnya arus informasi di era digital, siswa SMA Negeri 1 Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mulai memanfaatkan media sosial sebagai ruang kreatif untuk menyampaikan informasi positif, edukatif, dan objektif kepada masyarakat.

Kreativitas itu diwujudkan melalui pengelolaan kanal YouTube EIDC SMANSA Tapaktuan dalam program SMANSA News. Para siswa belajar memproduksi, mengedit hingga mengunggah konten video yang berkaitan dengan aktivitas sekolah, proses belajar mengajar, kegiatan kesiswaan, serta berbagai prestasi yang diraih.

Aktivitas tersebut mengemuka dalam Workshop Dasar Jurnalistik dan Perkembangan Media dalam Menghadapi Persaingan di Era Digitalisasi 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Selatan, Tapaktuan, Rabu (9/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Selatan, Sudirman Hamid, menjadi salah satu narasumber. Ia memberikan pembekalan mengenai dasar jurnalistik, perkembangan media, serta pentingnya menggunakan platform digital secara bijak.

Antusiasme peserta terlihat ketika salah seorang siswi menanyakan peluang pengembangan kanal YouTube sekolah yang selama ini digunakan untuk mempublikasikan berbagai kegiatan positif.

“Seluruh kegiatan kesiswaan dan sekolah yang bersifat positif dan objektif sering kami sajikan melalui YouTube, namun belum begitu banyak pengikutnya,” ujar siswi tersebut.

Ia juga meminta pandangan mengenai penggunaan YouTube sebagai sarana publikasi sekolah sekaligus cara meningkatkan jumlah penonton dan pengikut kanal.

Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai bagaimana generasi muda dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukasi.

Tak berhenti pada sesi tanya jawab, sejumlah siswa bahkan langsung mempraktikkan materi jurnalistik dengan mewawancarai para narasumber. Kamera telepon seluler diarahkan kepada Sudirman Hamid dan pemateri lainnya, Masluyuddin.

Meski sederhana, praktik tersebut menjadi gambaran bagaimana siswa mulai memahami proses kerja jurnalistik, mulai dari menyiapkan pertanyaan, melakukan wawancara hingga memproduksi konten video.

Sudirman mengingatkan para siswa agar kebebasan berekspresi di ruang digital tetap disertai tanggung jawab. Menurut dia, media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk menyebarkan pengetahuan, pendidikan dan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penyampaian pendapat dan aspirasi adalah bentuk kebebasan dan hak warga negara yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 28. Namun tidak boleh melenceng dari norma-norma hukum karena dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Sudirman.

Ia menilai keberadaan SMANSA News merupakan bentuk kreativitas siswa SMAN 1 Tapaktuan dalam merespons perkembangan teknologi sekaligus memperkenalkan aktivitas sekolah kepada publik.

Menurut Sudirman, kanal tersebut dapat menjadi sarana dokumentasi sekaligus publikasi berbagai kegiatan sekolah, termasuk proses pembelajaran dan prestasi siswa.

“Ini baik, gunakan sepenuhnya untuk kegiatan positif tanpa mengurangi geliat belajar,” ujarnya.

Ia juga mendorong siswa untuk menjadikan media digital sebagai sarana berbagi inspirasi. Publikasi kegiatan sekolah, kata dia, dapat memperlihatkan berbagai capaian siswa sekaligus memotivasi pelajar lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan potensi.

“Publikasi kegiatan sekolah juga penting agar terinspirasi siswa-siswi lain untuk gigih belajar dan menggapai prestasi,” kata Sudirman.

Bagi para siswa SMAN 1 Tapaktuan, pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus belajar menjadi kreator konten yang mampu menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.