PADANGSIDIMPUAN, Bersuarakita– Kegiatan evaluasi nominasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Perkebunan PK, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan berjalan dengan penuh kebersamaan kehangatan, dan sangat meriah.
Kedatangan Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara, TP PKK Kota Padangsidimpuan, Sekda Kota Padangsidimpuan disambut dengan hangat pemerintah Desa Perkebunan PK dan seluruh masyarakat, Selasa (22/9/2026) sekira pukul 10.20.WIB.
Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan Ny. Masroini Letnan Dalimunthe diwakili Staf Ahli II TP PKK Ny. Minta Rahmat Marzuki dalam sambutan dan arahannya menyampaikan pertemuan dalam agenda ini sangat penting dan strategis, yaitu pelaksanaan evaluasi desa atau kelurahan binaan Kota Padangsidimpuan tahun 2026 untuk kategori perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS.
“Atas nama Tim Penggerak PKK Kota Padangsidimpuan beserta seluruh jajaran, saya mengucapkan selamat datang kepada tim evaluasi dari provinsi Sumatera utara. Kehadiran bapak dan ibu serta seluruh rombongan di Padangsidimpuan, khususnya di desa Perkebunan Pijorkoling, ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi kami, tetapi juga menjadi suntikan semangat dan motivasi yang luar biasa bagi para kader pkk serta masyarakat setempat untuk terus berbenah,” katanya.
Ia mengatakan gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan, keluarga memiliki peran yang sangat krusial sebagai mitra strategis pemerintah, PKK bergerak langsung di garda terdepan, menyentuh unit terkecil dari masyarakat yaitu keluarga. Dari keluargalah karakter, kualitas, sumber daya manusia serta derajat kesehatan suatu daerah dibentuk.
Lebih lanjut, kata dia, perilaku hidup bersih dan sehat yang hari ini dievaluasi merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan keluarga yang sejahtera dan tangguh.
“Kita menyadari bahwa kesehatan adalah modal dasar yang paling berharga untuk menjalankan kehidupan dan pembangunan, sangat sulit bagi kita untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Lebih jauh, Ny. Minta Rahmat Marzuki menjelaskan melalui penerapan indikator PHBS seperti kesadaran persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian asi eksklusif, penimbangan balita secara rutin, penggunaan air bersih, kebiasaan mencuci tangan, memakai sabun, pengelolaan sampah lingkungan hingga menciptakan rumah bebas asap rokok, kita sedang membangun fondasi masa depan yang lebih kuat bagi anak cucu kita.
“Saya selaku perwakilan Ketua TP. PKK Padangsidimpuan selalu menekankan bahwa kegiatan evaluasi ini jangan dipandang sekedar lomba atau ajang untuk mengejar trofi.
Lebih dari itu, proses evaluasi ini adalah sarana edukasi, tolak ukur serta momentum pembuktian atas komitmen bersama dalam merubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, mandiri, dan berbudaya bersih,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengatakan, terpilihnya desa Perkebunan PKini sebagai wakil Kota Padangsidimpuan dalam kategori PHBS tahun 2026, ini tentu bukanlah hal yang kebetulan.
“Ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, gotong-royong dan sinergi yang harmonis antara tppkk Kota, ppkk Kecamatan, dan ppkk desa, serta didukung penuh oleh jajaran pemerintah, desa, camat, opd terkait, dan yang paling utama adalah kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga desa Perkebunan Pijor Koling,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada segenap kader PKK dan masyarakat desa Perkebunan Pijorkoling yang tanpa kenal lelah telah menata lingkungan, mengedukasi warga rumah demi rumah serta menjaga keberlanjutan program-program kesehatan di desa ini.
“Kerja keras, bapak dan ibu sekalian adalah wujud nyata pengabdian tulus untuk kemajuan daerah.Kita pada kesempatan yang baik ini, kami sangat mengharapkan bimbingan, arahan, masukan serta koreksi yang konstruktif dari tim evaluasi provinsi Sumatera utara,” tuturnya.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dan tantangan di lapangan.Oleh sebab itu, setiap catatan dan rekomendasi dari tim provinsi akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan penting bagi kami untuk memperkuat pembinaan di masa, masa yang akan datang.
Untuk itu, di seluruh desa dan kelurahan di Kota Padangsidimpuan, mari kita ikuti rangkaian kegiatan evaluasi hari ini dengan rasa percaya diri, penuh semangat, dan keterbukaan.
Tampilkan apa yang telah kita lakukan secara otentik. Dan ingatlah, apapun hasil yang kita capai hari ini, semangat untuk membudayakan hidup bersih dan sehat harus terus menyala dan melekat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat penilaian ini tutupnya.
Kepala Desa Perkebunan PK Lumalo Harahap dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih kepada Tim evaluasi PKK Provsu, TP. PKK Kota Padangsidimpuan, Wali Kota Padangsidimpuan Dr. H. Letnan Dalimunthe yang diwakili Sekda H. Rahmat Marzuki di perkampungan Desa Perkebunan PK.
Kades mengatakan, PHBS bukan sekedar kegiatan lomba atau penilaian sesaat, tetapi cerminan dari budaya hidup sehat yang harus kita terapkan dalam kehidupan, kita sehari-hari di dalam rumah tangga.
Melalui evaluasi hari ini, kami dari pemerintah desa Perkebunan PK sangat mengharapkan mendapatkan bimbingan, koreksi dan masukan yang konstruktif dari tim penilai katanya.
“Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah ikhtiar kita dalam mewujudkan masyarakat desa yang bersih, sehat, produktif, dan mandiri,” ujar Kades Lumalo Harahap.
Sementara itu, Wali Kota Padangsidimpuan diwakili Sekda H. Rahmat Marzuki, S.H., M.H., dalam arahan dan sambutannya menyampaikan
selamat datang kepada ketua dan seluruh tim evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Sesa Perkebunan Pijor Koling, Kota Padangsidimpuan.
“Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kebanggaan, kehormatan sekaligus penambah semangat bagi kami untuk terus membangun dan meningkatkan kualitas hidup, masyarakat perilaku hidup bersih, dan sehat. Phbs bukanlah sekedar program rutin tahunan, melainkan sebuah pondasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, dan produktif,” katanya.
Lebih lanjut, Sekda mengatakan dalam penerapan PHBS kita diajak untuk membudidayakan kebiasaan sehat, mulai dari tingkat terkecil yaitu keluarga. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras TP PKK Kota Padangsidimpuan dan TP PKK Desa Perkebunan PK, para kader, para kader kesehatan, tokoh masyarakat serta seluruh warga desa yang telah bergotong royong, bahu-membahu menata lingkungan, menjaga kebersihan dan menerapkan indikator-indikator phbs dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Lebih Jauh, Sekda Rahmat mengatakan, pertemuan ini merupakan momen penting bagi kita semua. Kami tidak hanya memandang kegiatan ini sebagai perlombaan untuk mengejar kejuaraan semata, tetapi yang jauh lebih utama adalah sebagai sarana pembinaan, pembelajaran, dan perbaikan berkelanjutan.
Sekda berharap, Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara memberikan masukan dan bimbingan serta arahan agar pelaksanaan program PHBS di desa Perkebunan PK dan Kota Padangsidimpuan pada umumnya dapat terus ditingkatkan menjadi lebih baik kedepannya.
Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Perkebunan PK dan para kader PKK, jadikanlah semangat PHBS ini sebagai gaya hidup permanen, bukan hanya saat ada penilaian. Kebersihan, kesehatan dan keharmonisan lingkungan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak cucu kita di Kota Padangsidimpuan tandasnya.
Perwakilan TP PKK Provinsi Sumut, Syukur Harahap menyampaikan dalam arahan dan sambutannya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada hakekatnya bukan sekedar kegiatan yang dilaksanakan untuk memenuhi indikator penilaian ataupun untuk mengikuti sebuah perlombaan.
Lebih dari itu, perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat agar hidup lebih sehat, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Maka dari itu, evaluasi yang kita laksanakan hari ini, hendaknya kita maknai sebagai ruang untuk melihat sejauh mana kebiasaan baik tersebut benar-benar telah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Syukur.
Kita ingin melihat program yang tidak hanya terlibat baik pada saat dilakukan penilaian, tetapi program yang dijalankan secara konsisten melibatkan masyarakat.
Lebih jauh, Syukur mengatakan penerapan PHBS diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan. Pada tahun ini, telah ditetapkan 6 nominasi Kabupaten dan tiga nominasi Kota untuk mengikuti evaluasi pelaksanaan PHBS dan LBS.
Evaluasi ini bukan hanya untuk melihat hasil, tetapi juga untuk melihat kerja nyata, keterlibatan masyarakat, inovasi, serta keberlanjutan program di masing-masing daerah.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk saling belajar, memperkuat praktik baik, dan terus menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat serta lingkungan bersih dan sehat sebagai kebiasaan dalam kehidupan masyarakat,” ajak Syukur diakhir arahan dan bimbingannya.
Amatan media ini dilapangan, acara evaluasi PHBS di Desa Perkebunan PK berjalan dengan baik dan sukses. Kegiatan dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimca, dan Kepala Desa se-Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. (Bahri Siregar)












