ACEH SELATAN, Bersuarakita — Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kabupaten Aceh Selatan mengamankan dua anak perempuan di bawah umur yang ditemukan warga di Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Kamis (24/9/2026).
Kedua anak tersebut diketahui berasal dari Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Mereka sebelumnya diamankan perangkat desa setelah warga menemukan keduanya dalam kondisi yang dinilai membutuhkan perlindungan.
Kepala Satpol PP dan WH Aceh Selatan, Erdiansyah, S.Pd., didampingi Kabid PPD dan SI Satpol PP-WH Aceh Selatan, Rudi Subrita, S.Ag., mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima laporan dari Keuchik Lhok Pawoh.
Laporan tersebut diterima sekitar pukul 13.30 WIB. Sebanyak empat personel Satpol PP-WH kemudian diterjunkan untuk menjemput dan mengamankan kedua anak tersebut.
“Begitu menerima laporan dari Keuchik Lhok Pawoh, kami langsung menurunkan personel untuk menjemput dan mengamankan kedua anak tersebut. Prioritas kami adalah memastikan keduanya berada di tempat yang aman dan segera menghubungi pihak keluarga,” kata Erdiansyah.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, kedua anak tersebut sebelumnya melakukan perjalanan dari Meureubo menuju kawasan Sawang. Mereka disebut hendak menuju pasar malam di kawasan Alue Bilie sebelum melanjutkan perjalanan ke Tapaktuan.
Dalam perjalanan, kendaraan yang mereka gunakan disebut kehabisan bahan bakar di kawasan Peulumat. Keduanya kemudian mendapat pertolongan dari seorang warga.
Namun, berdasarkan laporan awal yang diterima petugas, salah satu anak diduga mengalami tindakan seksual secara paksa oleh seorang pria yang sebelumnya memberikan pertolongan.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan adanya pemberian uang sebesar Rp50 ribu kepada salah satu anak setelah kejadian.
Informasi mengenai dugaan tersebut masih berupa keterangan awal dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum. Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat.
“Dari keterangan awal, mereka dalam perjalanan menuju kawasan Tapaktuan. Namun, di tengah perjalanan terjadi sejumlah peristiwa yang kemudian membuat warga curiga dan melaporkannya kepada perangkat desa,” ujar Erdiansyah.
Setelah itu, kedua anak tersebut disebut dibawa oleh seorang pengemudi ke kawasan Air Dingin untuk makan hingga malam hari. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan warga.
Perangkat Desa Lhok Pawoh selanjutnya mengamankan keduanya ke kantor keuchik dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat.
Satpol PP-WH Aceh Selatan kemudian menjemput kedua anak tersebut sekitar pukul 14.00 WIB untuk mendapatkan perlindungan sementara sekaligus menghubungi pihak keluarga.
Erdiansyah menegaskan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan terhadap dugaan tindak pidana sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Kami tidak ingin mengambil kesimpulan terhadap dugaan yang disampaikan sebelum proses pemeriksaan dilakukan oleh pihak berwenang. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan dan perlindungan terhadap anak-anak tersebut,” katanya.
Sekitar pukul 18.00 WIB, orang tua kedua anak tersebut tiba di kantor Satpol PP-WH Aceh Selatan untuk menjemput mereka.
Selama berada dalam perlindungan sementara, kebutuhan kedua anak tersebut disebut dipenuhi oleh petugas, termasuk makanan dan kebutuhan sehari-hari.
“Selama berada bersama kami, kebutuhan mereka kami bantu dan kami pastikan kondisinya aman sampai dijemput oleh orang tua. Kami berharap kejadian seperti ini menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan anak-anak mendapat perlindungan ketika berada di luar daerah,” ujar Erdiansyah.
Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP-WH Aceh Selatan atas penanganan dan bantuan yang diberikan selama proses penjemputan.












