TAPANULI SELATAN, Bersuarakita – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Angkola Sangkunur melakukan pertemuan silaturahmi untuk pertama kalinya antara pihak sekolah dan orangtua siswa-siswi kelas VII A/B bertempat di ruang kelas VII A, Jumat (25/9/2026) sekira pukul 09.30 WIB di Desa Malombu, Kecamatan Angkola Sangkunur.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini, membahas beberapa poin penting dan sejumlah kesepakatan bersama, antara SMP Negeri 4 Angkola Sangkunur dengan orangtua murid guna meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam membangun dunia pendidikan di sekolah, dan terkhusus kelas VII yang baru saja mengikuti masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS) beberapa waktu lalu.
Giat silaturahmi dibuka oleh Wali Kelas VII A, Risky Rosanna, S.Pd., yang menyampaikan kegiatan pertemuan perdana ini, untuk mendengar arahan dan bimbingan dari Ibu Kepala Sekolah SMP Negeri 4, Marliani Nasution,S.Pd., tentang tata tertib dan peraturan anak-anak di lingkungan sekolah.
“Pertemuan silaturahmi ini, diharapkan agar orangtua dan sekolah bisa bersinergi dalam mendukung proses belajar-mengajar sehingga anak-anak lebih bersemangat dalam menuntut ilmu,” ujar Risky.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Angkola Sangkunur, Marliani Nasution, S.Pd., dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan beberapa hal yang akan dibahas bersama seluruh orangtua dan wali murid yang hadir.
Kasek menegaskan ada beberapa hal yang krusial untuk disampaikan agar pelayanan pendidikan dan proses belajar-mengajar kondusif di sekolah. Ia menyampaikan ada empat hal yang akan dibahas dan disampaikan kepada bapak/ibu orangtua pelajar yakni pertama terkait baju/atribut perlengkapan sekolah, kehadiran anak di sekolah, perilaku dan sikap anak di sekolah, serta program bantuan jika ada.
Dalam arahan dan bimbingannya, Kasek mengatakan agar orangtua pelajar bisa jeli dalam melihat anak saat ingin berangkat ke sekolah, mulai dari perlengkapan dari kepala hingga ke ujung kaki, serta melengkapi seragam dan atribut sekolah dengan baik.
Lebih lanjut, Kasek menegaskan kehadiran siswa-siswi merupakan hal yang paling penting agar proses belajar dan mengajar tidak terkendala.
“Saat anak bapak/ibu tidak bisa hadir, sekolah menegaskan agar orangtua memberitahukan alasan ketidakhadiranya, baik berupa ijin sakit, ataupun berkunjung ke rumah famili ke luar desa. Dan jika sakit lebih dari tiga hari, sekolah berharap agar disertakan surat keterangan dari bidan maupun puskesmas,” tegasnya.
Selain itu, mengenai perilaku anak-anak di sekolah, orangtua kiranya bisa memberikan contoh yang baik di rumah serta memberikan pelajaran etika dan sopan santun agar anak bisa menerapkannya di sekolah.
“Perilaku anak di rumah biasanya akan dibawa ke sekolah, sehingga kami berharap agar anak anak di rumah diajari 3 S yakni Sapa, Senyum, dan Santun kepada guru di sekolah,” ujarnya.
Terakhir, Kasek menyampaikan agar siswa-siswi baru yang sekolah di SMP Negeri 4 Angkola Sangkunur tahun ini, jika waktu sekolah dasar dahulu memiliki dokumen berupa bantuan program pemerintah agar berkordinasi dengan wali kelas agar bisa diajukan kembali tandasnya.
Mewakili orangtua pelajar, Saipul Siregar menyampaikan harapan agar para guru bisa mengajari anak-anak di sekolah dengan baik dan tetap semangat. Ia mengatakan sinergi dan kolaborasi antara sekolah dan orangtua pelajar serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan serta proses belajar-mengajar di SMP Negeri 4 Angkola Sangkunur.
“Saya berharap agar bapak/ibu guru di SMP Negeri 4 Angkola Sangkunur bisa memberikan pelajaran dan pembinaan kepada anak-anak kami dengan baik. Terimakasih sudah mengajari anak-anak kami, semoga SMP Negeri 4 dibawah Kasek yang baru bisa lebih maju dari semua sisi,” ujarnya.
Menurutnya, bimbingan dan arahan dari guru dan tenaga pendidik sangat dibutuhkan dan patut diapresiasi. ” Ilmu yang diajarkan oleh guru di SMP Negeri 4 ini, kelak akan menjadikan anak-anak berguna bagi nusa, bangsa, dan negara, serta terkhusus desa Bukkas Malombi kita tercinta tutupnya.
Amatan media ini, kegiatan pertemuan silaturahmi perdana antara SMP Negeri 4 dan orangtua siswa-siswi baru berjalan dengan baik dan berlangsung hangat. Beberapa dialog dan diskusi ringan serta sesi tanya jawab berjalan dengan baik dan parsitipatif. (Bahri Siregar)












