ACEH SELATAN, Bersuarakita — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, mulai mempercepat rehabilitasi rumah warga yang terdampak bencana banjir. Pada tahap pertama, sebanyak 240 unit rumah mendapat bantuan stimulan rehabilitasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sekretaris Daerah Aceh Selatan Diva Samudra Putra mengatakan, pemerintah daerah terus memantau pelaksanaan rehabilitasi agar pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai kualitas yang ditetapkan.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, kami terus melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan. Saat ini progres pelaksanaan rehabilitasi rumah terdampak bencana sedang berjalan dengan baik,” kata Diva saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, progres rehabilitasi 240 rumah pada tahap pertama telah mencapai lebih dari 35 persen.
Diva mengatakan percepatan dilakukan melalui koordinasi dan pemantauan berkala terhadap perkembangan pekerjaan di setiap lokasi. Pemerintah daerah juga meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mempercepat penyelesaian pekerjaan.
“Alhamdulillah hasilnya sudah mencapai kurang lebih 35 persen. Kita instruksikan pekerjaan terus dikebut serta meminimalisasi kendala di lapangan,” ujarnya.
Selain bantuan dari BNPB, Aceh Selatan juga tengah melaksanakan rehabilitasi 472 unit rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Dengan demikian, total bantuan rehabilitasi rumah yang sedang berjalan mencapai 712 unit.
“Jika tidak ada halangan, Aceh Selatan akan menerima bantuan rehab rumah sebanyak 712 unit di sejumlah lokasi dan wilayah. Jumlah ini berpotensi terus bertambah hingga akhir tahun,” kata Diva.
Diva menjelaskan, pelaksanaan rehabilitasi masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan administrasi kelompok penerima manfaat.
Beberapa penerima bantuan disebut belum menyelesaikan kelengkapan dokumen, termasuk validasi nomor rekening bank operasional. Kondisi tersebut berdampak pada proses penyaluran anggaran.
Kendala lainnya adalah akses menuju sejumlah lokasi rehabilitasi yang berada di wilayah pelosok. Kondisi medan membuat mobilisasi material bangunan membutuhkan waktu lebih lama.
Menurut Diva, kendala tersebut terus dipetakan agar tidak menghambat penyelesaian program.
“Semua persoalan yang menyangkut pemerintahan dan kepentingan masyarakat kita akomodir dan kita cek secara berkala. Setiap program ditindaklanjuti secara serius,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menargetkan pekerjaan rehabilitasi rumah tahap pertama dapat diselesaikan sesuai alokasi dan waktu yang telah ditetapkan.












