Tapanuli Selatan, Bersuarakita– PT Agincourt Resources (PTAR) menggelar Malam Apresiasi Kompetisi Penulisan Smartabe Connect Biodiversitas 2026, yang digelar di Bagas Silua, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada insan pers sekaligus mendorong lahirnya karya jurnalistik yang mengangkat isu keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan.
Malam apresiasi tersebut dihadiri Senior Manager Corporate Communications Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono, Manager Public Relations Reni Radhan, Superintendent Communications & Outreach Strategy Teresia Prahesti, serta puluhan jurnalis peserta kompetisi.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para pemenang untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalistik.
Dalam kompetisi tersebut, Juara I diraih Riswandy dari Realitas melalui karya berjudul “Dari Kuli Bangunan ke Penjaga Hutan, Kisah Yusuf di Smartabe Connect.”
Untuk Juara II diraih Reza Pahlevi dari Pioneernews.com. sementara Juara Harapan I diraih tiga peserta, yakni Samman Siahaan dari Metro Tabagsel, Sukri Falah dari Waspada, dan Dedi Mubarak dari Go Sumut.
Sedangkan Juara Harapan II diraih Mohot Lubis dari Waspada, Ikhwan Nasution dari Medan Bisnis dan Anwar dari Mintanews.com.
Untuk Juara I dan Juara II, mendapatkan hadiah berupa kesempatan mengikuti Workshop Wartawan UT Group 2026 di Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026.
Senior Manager Corporate Communications Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, dalam sambutannya mengapresiasi seluruh jurnalis yang telah berpartisipasi dan menghasilkan karya mengenai biodiversitas.
Ia berharap para jurnalis tidak berhenti menulis setelah kompetisi berakhir, tetapi terus mengangkat isu keanekaragaman hayati melalui karya jurnalistik yang informatif dan edukatif.
“ Selamat kepada para pemenang. Tetap semangat, bukan hanya untuk mengikuti lomba, tetapi juga untuk terus menulis tentang inisiatif keanekaragaman hayati, ” ujar Katarina.
Katarina juga menyampaikan bahwa hubungan Agincourt Resources dengan insan pers selama ini telah terbangun lebih dari sekadar hubungan profesional antara humas dan wartawan.
“ Kalian semua sudah kami anggap seperti keluarga sendiri, bukan sekadar hubungan profesional antara humas dan wartawan. Hubungan ini sudah jauh lebih dari itu, ” katanya.
Ia memastikan komunikasi antara perusahaan dan wartawan tetap terbuka, meskipun kesibukan jajaran komunikasi perusahaan membuat waktu untuk bersilaturahmi secara langsung terkadang terbatas.
“ Kalau saya belum membalas chat, itu semata-mata karena sedang sangat sibuk, bukan karena sengaja diabaikan,” ujarnya.
Menurut Katarina, kompetisi penulisan tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan berbagai inisiatif Agincourt Resources, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pelestarian biodiversitas.
Ia mengajak wartawan terus menyampaikan informasi dan memberikan masukan terkait berbagai persoalan lingkungan, perusahaan maupun masyarakat yang hidup di kawasan ekosistem Batangtoru.
“ Ekosistem Batangtoru tidak bisa dijaga hanya oleh perusahaan atau pemerintah saja. Kita semua yang hidup di dalamnya memiliki tanggung jawab yang sama. Mari saling mendukung, saling membantu, dan saling mengingatkan, ” katanya.
Ia menambahkan, Agincourt Resources bersama induk usaha terus mengembangkan berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Sebagian telah disampaikan kepada publik, sementara program lainnya masih dikembangkan untuk jangka panjang.
” Kegiatan ini diharapkan terus mendorong lahirnya karya jurnalistik yang informatif, edukatif serta mampu memperluas kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga biodiversitas dan lingkungan, ” tegasnya
Sementara itu, Riswandy selaku Juara I dalam kompetisi tersebut mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi yang memberikan ruang kepada wartawan untuk mengangkat isu biodiversitas melalui karya jurnalistik.
Menurutnya, kompetisi tersebut bukan hanya menjadi ajang memperoleh penghargaan, tetapi juga mendorong wartawan memperluas wawasan dan menggali lebih dalam berbagai persoalan lingkungan.
Melalui karya “Dari Kuli Bangunan ke Penjaga Hutan, Kisah Yusuf di Smartabe Connect,” Riswandy mengangkat kisah manusia yang terlibat dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di kawasan Batangtoru. (Bahri Siregar)












