ACEH SELATAN,Bersuarakita – Bangunan baru Pasar Inpres Tapaktuan di Gampong Hilir, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, menjadi sorotan. Sejumlah fasilitas di area los ikan terlihat rusak.
Pantauan Bersuarakita.id, Sabtu (3/10/2026), menemukan sejumlah meja atau lapak penjualan ikan dalam kondisi tidak utuh. Beberapa fasilitas pada los tersebut tampak telah dibongkar, sedangkan area perdagangan lainnya terlihat kosong tanpa aktivitas pedagang.
Sejumlah pedagang di sekitar pasar menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan rencana penataan ulang kawasan pasar. Salah seorang pedagang mengatakan, beberapa meja lapak ikan sebelumnya dibongkar karena direncanakan untuk digabungkan dengan area pedagang ayam potong.
Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, penataan tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Akibatnya, sejumlah bagian bangunan masih kosong dan belum digunakan untuk kegiatan perdagangan.
Los ikan yang telah disediakan juga belum ditempati secara optimal. Kondisi itu membuat fasilitas yang seharusnya mendukung aktivitas perdagangan belum sepenuhnya berfungsi sesuai peruntukannya.
Sejumlah pedagang menilai kondisi maupun desain los perlu disesuaikan dengan kebutuhan pedagang ikan. Menurut mereka, fasilitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan aktivitas perdagangan menjadi salah satu pertimbangan pedagang untuk tidak menempati los yang telah disediakan.

Selain persoalan pemanfaatan, kondisi kebersihan kawasan juga menjadi perhatian. Sampah plastik terlihat berserakan di sekitar area los ikan. Sejumlah keran air di lokasi juga tampak terlepas atau tidak terpasang sebagaimana mestinya.
Seorang pedagang menyayangkan kondisi tersebut. Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi agar bangunan yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau kondisinya seperti ini, sangat disayangkan. Bangunan yang nilainya besar justru belum berfungsi secara optimal. Padahal, kalau ditempati dan dikelola dengan baik, aktivitas pedagang di sini tentu bisa ikut memberikan kontribusi terhadap PAD,” ujar pedagang tersebut kepada Bersuarakita.id.
Menurut pedagang, optimalisasi pasar tidak hanya berkaitan dengan tersedianya bangunan, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut benar-benar digunakan oleh pedagang dan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan pasar.
Bersuarakita.id masih berupaya memperoleh klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan pihak terkait mengenai kondisi fasilitas, alasan pembongkaran sejumlah lapak, rencana penataan ulang, serta langkah pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan bangunan Pasar Inpres Tapaktuan.












