ACEH SELATAN, Bersuarakita – Program Bajak Sawah Gratis (BASAGA), yang menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, disebut belum dirasakan sebagian petani di Kecamatan Kluet Utara.
Selain belum mendapatkan layanan pembajakan sawah gratis, petani di wilayah tersebut juga mengeluhkan keterbatasan akses air untuk mengolah lahan pertanian.
Berdasarkan informasi yang diterima, program BASAGA sejauh ini telah dilaksanakan di Kecamatan Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji, Kluet Timur, dan Kota Bahagia. Sementara itu, Kluet Utara disebut belum masuk dalam wilayah pelaksanaan program.
Kondisi tersebut menuai kekecewaan dari sejumlah warga. Seorang warga Gampong Kotafajar, Kecamatan Kluet Utara, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengatakan petani berharap program tersebut juga dapat dirasakan masyarakat di wilayah mereka.
“Kami sangat kecewa. Ini kan salah satu visi misi Bupati, tapi kami di Kluet Utara tidak merasakannya sama sekali,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia, persoalan yang dihadapi petani tidak hanya berkaitan dengan program pembajakan sawah. Ketersediaan air untuk mengolah lahan juga menjadi kendala yang dirasakan masyarakat.
“Jangankan BASAGA, air untuk membajak sawah saja kami susah mendapatkannya,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, terutama apabila program BASAGA belum dapat segera dilaksanakan di Kecamatan Kluet Utara.
Menurut warga tersebut, pemerintah setidaknya dapat membantu mencarikan solusi terhadap persoalan pengairan sehingga petani tetap dapat mengolah lahan pertaniannya.
“Kami memohon perhatian. Kalau belum bisa BASAGA, tolong bantu kami salurkan air ke sawah-sawah kami. Supaya kami tidak kewalahan mengurus lahan,” ujarnya.
Keluhan tersebut menjadi aspirasi warga yang perlu mendapat penjelasan dari pemerintah, terutama mengenai dasar penentuan wilayah penerima program BASAGA, tahapan pelaksanaan, serta kemungkinan pelaksanaan program di Kecamatan Kluet Utara.
Di sisi lain, persoalan pengairan juga membutuhkan penanganan sesuai kondisi teknis di lapangan agar aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan.
Hingga berita ini ditulis, Plt Kadis Pertanian Aceh Selatan belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan warga Kluet Utara tersebut, termasuk alasan Kecamatan Kluet Utara belum masuk dalam pelaksanaan BASAGA serta rencana pemerintah terkait kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah tersebut.












