ACEH SELATAN,Bersuarakita — Aspirasi masyarakat agar Bupati Aceh Selatan nonaktif, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, segera kembali aktif memimpin daerah kembali mengemuka dan menyita perhatian publik.
Harapan tersebut menguat seiring kebutuhan daerah untuk mempercepat pembangunan serta pemulihan berbagai sektor strategis pasca bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tokoh masyarakat Aceh Selatan, H. Bachtiar AR atau yang akrab disapa Abu Saka, menilai Aceh Selatan saat ini membutuhkan kepemimpinan yang aktif, responsif, dan kuat untuk menggerakkan roda pemerintahan, mempercepat program prioritas, serta memulihkan optimisme masyarakat.
“Sudah banyak suara masyarakat yang berharap agar Bapak H. Mirwan MS dapat segera aktif kembali memimpin Aceh Selatan. Ini bukan sekadar keinginan personal, melainkan kebutuhan daerah dan harapan masyarakat luas,” ujar Abu Saka, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, Aceh Selatan sedang berada pada fase penting pembangunan kembali, khususnya dalam memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pada aspek sosial, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi dan laju pembangunan daerah.
“Aceh Selatan sedang membangun. Kita membutuhkan percepatan pemulihan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, penguatan bidang keagamaan, sosial kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, serta sektor lainnya secara menyeluruh,” katanya.
Abu Saka juga menyoroti dinamika pemerintahan daerah pasca Pemilu 2024. Menurutnya, banyak daerah menghadapi tantangan untuk segera menyesuaikan ritme pemerintahan dengan visi, misi, dan rencana kerja yang telah disusun, yang dalam pelaksanaannya membutuhkan kepemimpinan definitif.
“Dengan aktifnya kembali Bupati Mirwan, diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh lapisan masyarakat dan aparatur sipil negara. Eksekusi rencana strategis dan program kerja pemerintah daerah akan berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Di sisi lain, Abu Saka menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, yang saat ini menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan. Namun, ia menilai terdapat keterbatasan kewenangan yang melekat pada jabatan Plt.
“Kewenangan Plt Bupati memiliki batasan tertentu dan dalam beberapa kebijakan strategis harus melalui koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah pusat. Kondisi ini berpotensi menghambat proses administrasi dan pelaksanaan program pembangunan,” katanya.
Ia mencontohkan, sejumlah agenda pemerintahan yang bersifat prinsipil harus tertunda karena keterbatasan kewenangan tersebut. Menurutnya, kondisi ini dapat berdampak pada efektivitas pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah.
“Masyarakat berharap roda pemerintahan tetap berjalan stabil, program prioritas tetap terlaksana, dan koordinasi lintas sektor semakin kuat demi kepentingan rakyat. Karena itu, masyarakat berharap H. Mirwan MS dapat segera kembali aktif sebagai bupati definitif,” ujar Abu Saka.
Ia menambahkan, harapan tersebut juga ditujukan kepada pemerintah pusat agar mempertimbangkan kondisi daerah dan kebutuhan percepatan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan.
“Ini adalah harapan masyarakat luas demi kemajuan dan masa depan Aceh Selatan,” pungkasnya.













