ACEH SELATAN, Bersuarakita – BPJS Kesehatan memastikan pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam konferensi pers yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (9/3/2026), dari Aula BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan.
Dalam keterangannya, Prihati menegaskan bahwa kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan media memiliki peran penting dalam mengawal keberlanjutan program JKN.
“Kami percaya kolaborasi yang kuat antara BPJS Kesehatan dan media akan membantu memastikan program JKN terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan jajaran direksi BPJS Kesehatan melalui Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026. Amanah tersebut diterima dengan penuh tanggung jawab untuk memperkuat pelaksanaan program JKN di seluruh Indonesia.
Prihati juga memperkenalkan latar belakang dirinya sebagai dokter spesialis jantung intervensi koroner, purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal, serta mantan Dekan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Selain Direktur Utama, jajaran direksi BPJS Kesehatan juga terdiri dari tujuh direktur lainnya, yakni Abdi Kurniawan Purba (Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan), Akmal Budi Yulianto (Direktur Kepesertaan), Bayu Teja Muliawan (Direktur Keuangan dan Investasi), Fatih Waluyo Wahid (Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga), Setiaji (Direktur Teknologi Informasi), Vetty Yulianty Permanasari (Direktur SDM dan Umum), serta Sutopo Patria Jati (Direktur Perencanaan dan Pengembangan).
Prihati mengatakan, saat libur Lebaran mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam karena tradisi mudik ke kampung halaman. Dalam kondisi tersebut, BPJS Kesehatan memastikan peserta JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan di mana pun berada.
“Perlindungan kesehatan tidak mengenal wilayah. Peserta JKN harus tetap dapat memperoleh layanan kesehatan kapan pun dan di mana pun mereka membutuhkannya, termasuk saat mudik,” jelasnya.
Hal tersebut sejalan dengan prinsip portabilitas dalam program JKN yang memungkinkan peserta memperoleh layanan kesehatan meski berada di luar fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat mereka terdaftar. Peserta tetap dapat memperoleh pelayanan, terutama dalam kondisi darurat maupun kebutuhan medis tertentu saat berada di luar domisili.
Saat ini, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan lebih dari 23 ribu fasilitas kesehatan tingkat pertama, lebih dari 3 ribu rumah sakit, serta 6.763 fasilitas kesehatan penunjang seperti apotek, optik, dan laboratorium yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga memiliki 126 kantor cabang dan 388 kantor kabupaten/kota yang tetap menyiagakan layanan selama masa libur Lebaran.
Untuk mempermudah akses layanan, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan digital yang dapat diakses peserta kapan saja, antara lain melalui aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA di nomor 0811-8165-165, serta Care Center 165.
Melalui layanan tersebut, peserta dapat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, hingga mengurus administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan juga menyiagakan Petugas BPJS SATU serta Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di rumah sakit mitra untuk membantu peserta yang membutuhkan pendampingan saat mengakses layanan kesehatan.
Prihati menegaskan bahwa program JKN bukan sekadar sistem pembiayaan kesehatan, tetapi merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi kesehatan masyarakat.
“Program JKN adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh perlindungan kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan program JKN tidak dapat dicapai oleh BPJS Kesehatan semata, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, masyarakat hingga media.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan Mahmul Ahyar beserta jajaran staf, serta sejumlah wartawan daerah yang mengikuti kegiatan secara daring dari Aula BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan.
Melalui konferensi pers ini, BPJS Kesehatan berharap informasi mengenai kesiapan layanan selama libur Lebaran dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dengan media dalam mengawal keberlanjutan program JKN.













