Banner Bersuarakita
Daerah  

BULOG Aceh Luncurkan Bantuan Pangan 2026, Ratusan Ribu Warga Terima Beras dan Minyak Goreng

BANDA ACEH,Bersuarakita — Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026. Peluncuran program tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) di Banda Aceh.

Program ini merupakan penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat berpendapatan rendah. Setiap penerima memperoleh bantuan sebanyak 20 kilogram beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 4 liter minyak goreng merek MinyaKita untuk dua bulan alokasi.

Kegiatan peluncuran dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh, jajaran dinas terkait, perwakilan BULOG, serta unsur TNI/Polri dan aparatur desa. Penyaluran secara simbolis dilakukan di Desa Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, kepada 114 penerima bantuan pangan (PBP). Total bantuan yang diserahkan pada tahap awal ini mencapai 2.280 kilogram beras dan 456 liter minyak goreng.

Wakil Pemimpin Perum BULOG Kanwil Aceh, Alhori, menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Penyaluran bantuan pangan ini merupakan langkah konkret negara hadir untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan pangan. Kami berharap distribusi dapat berjalan tepat waktu tanpa hambatan di lapangan,” ujarnya.

Alhori juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran program tersebut.

“Sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan aparatur desa menjadi kunci keberhasilan. Kami mengajak seluruh pihak bersama-sama menyukseskan penyaluran bantuan ini,” katanya.

Secara keseluruhan, program bantuan pangan di Provinsi Aceh untuk periode Februari–Maret 2026 menyasar 819.280 penerima. Total bantuan yang dialokasikan mencapai 16.385.600 kilogram atau setara 16.385,6 ton beras, serta 3.277.120 liter minyak goreng.

Pemerintah berharap program ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Aceh.