ABDYA,Bersuarakita – Kepala Perum Bulog Cabang Blangpidie, Nurul Iranda Sari, bantah tudingan pengusaha pabrik di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Seperti sebelumnya diberikan di media ini dengan judul ‘Pengusaha Kilang Padi Soroti Bulog Blangpidie, Diduga Pasok Beras dari Luar hingga Stok Lokal Menumpuk’.
Saat ditemui oleh sejumlah wartawan di Abdya di Blangpidie, Jumat, 10 April 2026, sore, Kanca Perum Bulog Blangpidie, Nurul Iranda Sari, mengatakan tidak benar Bulog Blangpidie hanya menerima pasokan stok beras dari kilang padi luar Abdya seperti Nagan Raya.
“Bulog hanya menyerap gabah dari petani lokal dan tidak ada penyerapan beras. Selanjutnya gabah tersebut digiling di kilang padi yang menjadi mitra Bulog Tahun ini di Abdya seperti kilang padi MM yang berlokasi di Kecamatan Tangan-Tangan,” terangnya.
Nurul juga menyebutkan bahwa tahun sebelumnya Bulog Blangpidie pernah bekerjasama dengan kilang padi Laris milik Man Laris, kerjasama tersebut tidak dilanjutkan lantaran hasil penggilingannya tidak sesuai dengan kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Tahun-tahun sebelumnya, kami bekerjasama dengan kilang padi Laris, karena hasil pengolahannya tidak sesuai dengan tidak sesuai dengan kriteria beras yang telah ditetapkan bulog, maka terpaksa kerjasamanya tidak dilanjutnya. Sebelumnya juga kami sudah memberikan peringatakan kepada yang bersangkutan, namun tidak diindahkan,” ucapnya.
Untuk penggilingan padi yang diserap Bulog yang menjadi mitra Bulog hanya kilang padi yang memiliki mesin pengering atau dryer, dan saat ini Bulog Blangpidie bekerjasama dengan 2 kilang padi yang memiliki mesin pengering padi (dryer), yakni kilang padi MM di Kecamatan Tangan-Tangan dan kilang padi di Nagan Raya.
“Di Abdya cuma ada 2 kilang padi yang sudah memiliki mesin dryer yakni kilang MM dan kilang Laris. Untuk tahun ini kilang padi MM yang menjadi mitra kita, karena kilang Laris sudah pernah sebelumnya,” tutupnya.
Kontributor : Erdawati













