Daerah  

JMSI Tabagsel dan SMPN 8 Padangsidimpuan Perkuat Sinergi Media dan Pendidikan

PADANGSIDIMPUAN,Bersuarakita – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel memperkuat kembali komunikasi dengan keluarga besar SMP Negeri 8 Kota Padangsidimpuan. Pertemuan tersebut membahas peran media siber dalam mendukung kemajuan dan pengawasan dunia pendidikan di daerah.

Silaturahmi berlangsung di ruang kerja Kepala SMPN 8 Kota Padangsidimpuan, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Ketua JMSI Tabagsel Yusrizal Nasution atau Ucok Rijal diwakili Kepala Bidang Humas, Bahri Siregar.

Bahri disambut Kepala SMPN 8 Padangsidimpuan, Armila Sari Lubis, S.Pd.I. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas pentingnya komunikasi antara media, sekolah, dan masyarakat dalam menyampaikan informasi pendidikan secara akurat.

Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum menyambung kembali silaturahmi yang sempat terhenti setelah bencana banjir yang melanda Kota Padangsidimpuan pada 2025.

Bahri mengatakan, pertemuannya dengan keluarga besar SMPN 8 memiliki kaitan dengan pengalaman jurnalistik saat meliput penanganan banjir di Desa Huta Lombang.

Saat itu, jajaran SMPN 8 Padangsidimpuan bersama para siswa mendatangi lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga dan orang tua peserta didik yang terdampak banjir.

“Saat itu saya sedang menjalankan tugas jurnalistik di lokasi banjir Desa Huta Lombang. Kebetulan Kepala Sekolah SMPN 8 bersama jajaran dan siswa datang menyerahkan bantuan kepada warga serta orang tua peserta didik yang terdampak,” kata Bahri.

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut kemudian diabadikan Bahri dalam sebuah karya jurnalistik. Pemberitaan itu mendapat respons positif dari Kepala Desa Huta Lombang, Hilman Bandaharo, serta masyarakat setempat.

Setelah momentum tersebut, komunikasi antara Bahri dan keluarga besar SMPN 8 kembali terjalin melalui pertemuan Senin pagi.

Dalam pertemuan itu, Armila menekankan pentingnya profesionalisme media dalam menyampaikan informasi kepada publik, khususnya pemberitaan yang berkaitan dengan lembaga pendidikan.

Menurut dia, media siber memiliki posisi penting sebagai saluran informasi publik. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus melalui proses verifikasi dan konfirmasi yang memadai.

“Saya berharap para pemilik media, khususnya JMSI Tabagsel dan para jurnalis, dapat bekerja secara profesional dan mengedepankan konfirmasi langsung ketika hendak menyampaikan suatu pemberitaan. Ini penting agar masyarakat tidak mudah termakan isu yang belum tentu benar, hoaks, maupun disinformasi,” ujar Armila.

Armila menyebut SMPN 8 Padangsidimpuan saat ini memiliki 33 guru dan tujuh tenaga kependidikan dengan jumlah sekitar 550 peserta didik.

Ia mengapresiasi dedikasi para guru dan tenaga kependidikan yang tetap menjalankan proses pembelajaran setiap hari.

“Setiap hari pada jam pembelajaran, para guru dan tenaga pendidik sangat bersemangat mengajar dan berdedikasi penuh. Saya sangat mengapresiasi mereka semua,” katanya.

Armila juga mengatakan, selama dua tahun kepemimpinannya, sekolah terus melakukan pembenahan, baik dari sisi mutu, kualitas maupun pelayanan pendidikan.

Upaya tersebut, kata dia, diarahkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan.

Sementara itu, Ketua JMSI Tabagsel Yusrizal Nasution melalui Bahri Siregar mengatakan, kemajuan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah dan sekolah.

Menurut Bahri, keterlibatan masyarakat, termasuk media, dibutuhkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang terbuka dan partisipatif.

“Media siber dan JMSI Tabagsel bersama media yang tergabung di dalamnya bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam memajukan, mengawasi, dan membangun kesadaran bersama terhadap kualitas pendidikan daerah,” ujar Bahri.

Ia mengatakan, media memiliki peran menyampaikan berbagai kebijakan, program, dan inovasi pendidikan kepada masyarakat. Informasi tersebut mencakup kebijakan pemerintah daerah, program Dinas Pendidikan, perkembangan kurikulum hingga aktivitas sekolah.

Dengan pemberitaan yang akurat, kata Bahri, orang tua, guru, peserta didik, dan masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih mudah diakses mengenai perkembangan pendidikan di daerah.

Selain sebagai penyampai informasi, media juga memiliki fungsi sebagai ruang aspirasi.

“Melalui media, suara guru, siswa maupun pemangku kepentingan dapat tersalurkan dan didengar bersama. Dengan begitu, kebijakan yang diambil diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan kita,” katanya.

Bahri menambahkan, fungsi lain yang tidak kalah penting adalah kontrol sosial. Media dapat mengangkat berbagai persoalan pendidikan yang ditemukan di lapangan, mulai dari fasilitas sekolah, pelayanan pendidikan hingga persoalan distribusi bantuan.

Namun, fungsi kontrol tersebut, menurut dia, harus dijalankan dengan prinsip jurnalistik yang bertanggung jawab.

“Ketika ditemukan kendala di sekolah, media dapat mengangkatnya ke ruang publik bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan bersama,” ujarnya.

Menurut Bahri, media juga dapat menjadi penghubung antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Ketika pemerintah menjalankan program pendidikan, media dapat membantu menyebarluaskan informasi. Sebaliknya, ketika masyarakat memiliki aspirasi, kritik maupun keluhan terkait pendidikan, media dapat menjadi salah satu ruang untuk menyampaikannya secara proporsional.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim pendidikan yang lebih terbuka, transparan, dan partisipatif.

Bahri berharap media siber di Kota Padangsidimpuan dapat terus menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan dan kepentingan publik.

“Media harus terus hadir sebagai mitra yang membangun, menyajikan berita yang berimbang, mendidik, dan menginspirasi,” ujarnya.