PADANGSIDIMPUAN, Bersuarakita – Pemerintah Kota Padangsidimpuan resmi menata keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Thamrin dan sekitarnya. Langkah ini diambil demi menjaga kelancaran lalu lintas, keselamatan pejalan kaki, serta mengembalikan fungsi badan jalan dan trotoar sebagaimana mestinya.
Penataan yang berlangsung Senin (5/10/2026) ini digelar bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kota Padangsidimpuan. Petugas turun langsung memberikan sosialisasi sekaligus membagikan Surat Edaran Nomor 510/1055/2026 tentang larangan berjualan di badan jalan dan trotoar.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Fahrizal Islami, SP, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal agar para pedagang memahami tujuan penataan sekaligus mengetahui lokasi alternatif yang telah disiapkan pemerintah.
“Kami berharap para pedagang dapat lebih tertib dan ditata dengan baik, sehingga tetap bisa berjualan tanpa mengganggu pengguna jalan di sekitar Jalan Thamrin dan sekitarnya,” ujar Fahrizal.
Ia menjelaskan, badan jalan dan bahu jalan berfungsi untuk kelancaran arus kendaraan, sedangkan trotoar diperuntukkan sepenuhnya bagi pejalan kaki. Ruang-ruang publik ini tidak boleh diambil alih untuk kepentingan satu pihak saja.
“Jalan di sekitar Jalan Thamrin itu harus kita tata supaya bisa sama-sama dipergunakan untuk pedagang dan juga pengguna jalan,” tegasnya.
Pemerintah Kota juga telah menyiapkan sejumlah lokasi pasar sebagai tempat alternatif berjualan, antara lain Pasar Sanggumpal Bonang, Pasar Padangmatinggi, Pasar Sadabuan, Pasar Ucok Kodok, dan Mahera.
Fahrizal menegaskan, penataan dilakukan secara bertahap, tidak serta-merta menindak. Sosialisasi akan terus berjalan hingga minggu depan dan seterusnya. Setelah itu, pihaknya akan berdialog langsung dengan para pedagang guna mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut. Kami ingin semua berjalan harmonis pedagang tetap mencari nafkah, warga tetap lewat dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (Bahri Siregar)












