ACEH SELATAN,Bersuarakita – Rumah Rungko, salah satu rumah adat yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh Selatan, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan yang terletak di Gampong Koto, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, itu mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Pantauan di lokasi, Selasa (11/8/2026), menunjukkan sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan. Atap rumah terlihat bocor, sementara sebagian seng telah keropos. Kondisi dinding kayu juga mulai lapuk dimakan usia.
Tidak hanya itu, sejumlah tiang penyangga bangunan tampak mulai rapuh. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan rumah adat tersebut apabila tidak segera dilakukan perbaikan dan penguatan struktur bangunan.
“Kami khawatir kalau dibiarkan, Rumah Rungko ini bisa roboh. Ini bukan sekadar bangunan tua, tetapi identitas kami. Harapannya pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan renovasi,” kata seorang warga setempat.
Menurut warga, Rumah Rungko tidak sekadar menjadi peninggalan leluhur. Bangunan tersebut juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya di Aceh Selatan.
Keberadaan rumah adat itu dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata sejarah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar apabila dikelola dan dilestarikan dengan baik.
“Apalagi pada 2022 lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI telah menetapkan Rumah Rungko sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang diusulkan Pemerintah Aceh,” ujar warga tersebut.
Karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata, segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi Rumah Rungko.
Masyarakat juga berharap pemerintah menyusun langkah konkret untuk melakukan rehabilitasi dan pelestarian bangunan tersebut, sehingga tidak kehilangan salah satu aset budaya penting daerah.
“Jangan menunggu sampai bangunan ini ambruk baru diperbaiki. Pelestarian ini penting agar nilai sejarah dan budaya Aceh Selatan tetap hidup dan dapat dikenalkan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Berdasarkan catatan sejarah yang disampaikan masyarakat setempat, Rumah Rungko di Gampong Koto dibangun pada 1914 oleh Raja Menggamat, Imam Hasbiyallah Muhammad Teuku Nyak Kuto.
Dengan nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya, keberadaan Rumah Rungko dinilai tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu masyarakat Kluet Tengah, tetapi juga aset kebudayaan yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Kini, kondisi fisik bangunan menjadi perhatian warga. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah sebelum kerusakan semakin parah dan Rumah Rungko kehilangan bentuk aslinya.












