Banner Bersuarakita
Daerah  

MUQ Aceh Selatan Gandeng NILC, Siapkan Santri Kuliah ke Al-Azhar Mesir

ACEH SELATAN – Pesantren Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan terus memperkuat langkah strategis dalam menyiapkan santri dan alumni menembus pendidikan internasional, khususnya ke Timur Tengah. Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan Nurul Ikhwah Learning Centre (NILC) sebagai mediator kuliah ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Langkah ini dilakukan pasca terbitnya izin operasional perdana Pesantren MUQ Aceh Selatan dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada 2024. Di bawah kepemimpinan Direktur MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag, pesantren tersebut juga berhasil melakukan percepatan akreditasi dengan meraih Akreditasi B dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 400.8/1288/2025.

Percepatan administrasi tersebut menjadi titik balik penting setelah lebih dari satu dekade MUQ Aceh Selatan menghadapi berbagai kendala kelembagaan. Dengan terbukanya jalur administratif, pesantren kini mulai merapikan sistem tata kelola, meningkatkan fasilitas, serta membangun jejaring kemitraan untuk mendorong percepatan pembangunan dan mutu pendidikan.

MUQ Aceh Selatan yang berada di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan melalui Yayasan Ulumul Qur’an Aceh Selatan juga dituntut untuk terus berinovasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, guna menciptakan ekosistem pendidikan pesantren yang adaptif dan berdaya saing global.

Pada tahun sebelumnya, MUQ Aceh Selatan mencatat langkah progresif dengan menjadi tuan rumah Program Education International Expo. Kegiatan tersebut membuka wawasan santri terhadap peluang pendidikan global, sekaligus memperkenalkan jalur studi ke luar negeri dengan berbekal hafalan Al-Qur’an. Acara ini menghadirkan mahasiswa dan santri yang tengah menempuh pendidikan di Timur Tengah dan Eropa, sehingga memberi gambaran nyata tentang pendidikan internasional kepada para santri.

Memasuki awal 2026, MUQ Aceh Selatan kembali mengambil langkah konkret. Pada Senin, 9 Februari 2026, pimpinan pesantren bersama jajaran pengelola dan rombongan santri melakukan silaturahmi ke Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Tgk. Muhammad Ridho Agung dan diterima oleh Ust. H. Surianto Sudirman, Lc., M.A, Pimpinan NILC, yang dikenal sebagai mediator studi ke Timur Tengah, khususnya Universitas Al-Azhar Mesir.

NILC merupakan lembaga pembinaan dan persiapan studi ke Timur Tengah yang telah meloloskan puluhan santri asal Aceh ke Universitas Al-Azhar Mesir dari tahun ke tahun. Pada 2025 lalu, tercatat sebanyak 21 santri berhasil diberangkatkan. Program utama NILC meliputi pengajaran bahasa Arab, bimbingan akademik tahdid mustawa, persiapan seleksi administrasi Al-Azhar, hingga pendampingan selama masa perkuliahan.

Direktur MUQ Aceh Selatan, Tgk. Muhammad Ridho Agung, mengatakan bahwa santri dan alumni MUQ Aceh Selatan yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an memiliki modal akademik dan spiritual yang sangat kuat untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah.

“Selama ini, kendalanya bukan pada kemampuan santri, tetapi pada akses dan mediator yang tepat. Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan apa saja yang perlu dipersiapkan sejak dini, agar kurikulum pesantren semakin matang dan terarah, termasuk penguatan SDM pengajar bahasa Arab,” ujarnya.

Ia menegaskan, kerja sama MUQ Aceh Selatan dengan NILC merupakan ikhtiar bersama untuk membuka jalan bagi para penghafal Al-Qur’an, khususnya alumni SMA Plus Ulumul Qur’an Aceh Selatan, agar dapat melanjutkan studi ke kampus-kampus Islam tertua di dunia.

Sementara itu, Pimpinan NILC, Ust. H. Surianto Sudirman, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, NILC hadir untuk menjawab kesulitan para lulusan pesantren dan sekolah umum dalam mengakses pendidikan tinggi di Timur Tengah.

“Insya Allah, melalui kolaborasi ini, akan lahir generasi ulama dan intelektual Muslim yang mampu berkontribusi bagi peradaban Islam, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di tingkat global,” katanya.

Upaya internasionalisasi santri MUQ Aceh Selatan ini juga mendapat dukungan dari orang tua wali, guru, yayasan, serta pemerintah setempat sebagai bagian dari komitmen bersama memajukan pendidikan Islam yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *