Daerah  

Pemko Padangsidimpuan Siapkan Maulid Nabi 1448 H Lebih Meriah dan Partisipatif

PADANGSIDIMPUAN,Bersuarakita – Pemerintah Kota Padangsidimpuan menyiapkan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M dengan konsep yang lebih meriah dan melibatkan masyarakat secara luas. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pelaksanaan di Aula Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Senin (14/09/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan, Rahmat Marzuki Nasution, SH, MH, CGCAE mengatakan peringatan Maulid tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan internal pemerintahan, tetapi mampu menggerakkan umat Muslim dan Muslimat untuk hadir dan berpartisipasi.

“Bagaimana kita bisa mengubah paradigma yang selama ini, kalau namanya memperingati hari-hari keagamaan itu pasti orangnya sedikit yang hadir, tetapi kalau yang bersifat duniawi itu pasti ramai. Saatnya kita sekarang ubah momennya. Bagaimana hari-hari besar keagamaan itu kita ramaikan,” ujarnya.

Maulid Nabi direncanakan berlangsung Selasa, 22 September 2026 pukul 20.00 WIB di UIN Syahada Kota Padangsidimpuan. Pemko akan melibatkan pimpinan OPD, camat, ASN, TP PKK, mahasiswa, pesantren, serta berbagai unsur masyarakat untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Sekda meminta pimpinan OPD dan camat menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Para staf ahli dan asisten juga diminta berperan sebagai koordinator untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan ASN.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan, Ny. Masroini Letnan Dalimunthe, menegaskan keberhasilan kegiatan tidak cukup hanya dengan rapat dan perencanaan, tetapi membutuhkan gerakan nyata di lapangan. Ny. Masroini Letnan Dalimunthe mendorong TP PKK kecamatan hingga desa/kelurahan untuk ikut mengajak masyarakat.

Ny. Masroini Letnan Dalimunthe mengatakan keterlibatan masyarakat penting agar peringatan Maulid tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum meneladani sifat dan sirah Nabi Muhammad SAW serta memperkuat kehidupan keagamaan dan kepedulian terhadap generasi mendatang.

“Rapat ini bukan hanya sekadar tinggal rapat, tapi action yang harus kita lakukan,” ujarnya. (Bahri Siregar)