Daerah  

Pasca Dua Terdakwa Kabur, PN Tapaktuan Perkuat Ruang Tahanan dengan Jeruji Tambahan dan CCTV

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan menyelesaikan perbaikan menyeluruh terhadap fasilitas ruang tahanan setelah insiden kaburnya dua terdakwa dari ruang tahanan pengadilan pada 14 Juli 2026 lalu.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang.

Ketua PN Tapaktuan, Daniel Saputra, S.H., M.H., mengatakan perbaikan dilakukan sebagai tindak lanjut hasil evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan ruang tahanan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat aksi pembobolan oleh dua terdakwa.

Pernyataan itu disampaikan Daniel saat menjadi pembina apel rutin Senin (3/8/2026). Ia menegaskan bahwa keamanan dan integritas proses peradilan merupakan prioritas utama lembaga peradilan.

“Keamanan dan integritas proses peradilan adalah prioritas utama. Kita tidak bisa membiarkan celah sekecil apa pun yang dapat mengganggu jalannya persidangan,” ujar Daniel.

Menurutnya, seluruh titik yang dinilai rawan kini telah diperkuat, mulai dari plafon, ventilasi hingga dinding kamar mandi di dalam sel tahanan. Pengadilan juga telah memasang material yang lebih kuat untuk mencegah upaya pembobolan.

Selain itu, sejumlah fasilitas keamanan baru juga telah dipasang, di antaranya jeruji besi tambahan, perbaikan konstruksi plafon, serta pemasangan sistem kunci ganda pada pintu sel.

“Rangkaian perbaikan ruang tahanan sebagai sarana utama pengamanan terdakwa yang menunggu sidang, seperti pemasangan jeruji besi tambahan, perbaikan plafon, dan pemasangan kunci ganda pada pintu sel juga telah selesai dilaksanakan,” kata Daniel.

Tak hanya memperkuat fasilitas fisik, PN Tapaktuan juga meningkatkan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Aceh Selatan sebagai institusi yang bertanggung jawab menghadirkan sekaligus mengawal para terdakwa selama proses persidangan.

Sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan, PN Tapaktuan juga akan melaksanakan audit keamanan secara berkala terhadap fasilitas penahanan. Langkah tersebut bertujuan memastikan standar pengamanan tetap terpenuhi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di masa mendatang.

Daniel menambahkan, pengadilan kini telah memasang kamera pengawas (CCTV) beresolusi tinggi yang dilengkapi fitur night vision. Seluruh kamera tersebut terhubung langsung dengan perangkat komunikasi petugas keamanan sehingga setiap aktivitas di sekitar ruang tahanan dapat dipantau secara real time.

“Instalasi kamera CCTV beresolusi tinggi dengan fitur night vision telah dipasang di sekitar ruang tahanan, yang terintegrasi langsung dengan perangkat komunikasi petugas keamanan yang berjaga,” ujarnya.

PN Tapaktuan berharap penguatan sistem keamanan tersebut dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap proses peradilan sekaligus menjamin kelancaran pelaksanaan persidangan di wilayah hukum Kabupaten Aceh Selatan.

Hingga saat ini, seluruh terdakwa yang menjalani proses persidangan dan ditempatkan di ruang tahanan PN Tapaktuan dilaporkan berada dalam kondisi aman dan seluruh proses pengamanan berjalan sesuai prosedur.

Perbaikan tersebut merupakan respons atas insiden kaburnya dua terdakwa dari ruang tahanan PN Tapaktuan pada pertengahan Juli lalu yang sempat menjadi perhatian publik dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan pengadilan.