PIDIE JAYA,Bersuarakita – Kebakaran yang melanda Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah di Gampong Blang Kuta, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Bupati H. Sibral Malasyi bersama sejumlah instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada para korban.
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Camat Bandar Dua, unsur Muspika, keuchik gampong, serta perangkat terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar para santri dan pengurus dayah segera terpenuhi setelah musibah kebakaran.
Bupati Sibral Malasyi mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan agar aktivitas pendidikan di dayah dapat kembali berjalan.
“Ini adalah langkah awal untuk meringankan beban para santri dan pengurus dayah. Pemerintah akan terus hadir memastikan proses pemulihan berjalan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal,” kata Sibral.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati juga meninjau langsung lokasi kebakaran untuk melihat kondisi bangunan yang terdampak dan memastikan proses penanganan dilakukan secara cepat, tepat, serta terkoordinasi.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya hadir saat menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga akan terus melakukan pendampingan hingga proses pemulihan pascakebakaran selesai.
Sibral turut mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan para dermawan untuk bergotong royong membantu pemulihan Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah.
“Musibah adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap semakin banyak pihak yang ikut membantu agar para santri dapat kembali belajar dengan nyaman dan aktivitas pendidikan segera pulih,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berkomitmen memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat yang terdampak bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial dan memastikan tidak ada warga yang menghadapi musibah tanpa pendampingan pemerintah.
Bantuan masa panik yang disalurkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak para korban sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri dan pengurus dayah untuk segera bangkit pascakebakaran.












