PIDIE JAYA,Bersuarakita – Upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya terus diperkuat. Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya untuk membahas percepatan rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang dan longsor pada 2025 lalu.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Jaya itu menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Dalam pertemuan tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, memaparkan perkembangan rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana.
Ia menjelaskan, sebanyak 141 hektare sawah dengan kategori rusak sedang telah selesai direhabilitasi dan kini kembali dapat ditanami oleh para petani.
Sementara itu, rehabilitasi sawah dengan kategori rusak ringan masih terus berlangsung di sejumlah desa di Kecamatan Meureudu, antara lain Blang Awe, Manyang Cut, Manyang Lancok, Beurawang, Meunasah Lhok, Masjid Tuha, Meunasah Balek, Dayah Timu, Rhieng Blang, dan Rhieng Krueng.
Proses serupa juga dilakukan di Kecamatan Meurah Dua, meliputi Desa Seunong, Lancok, Meunasah Kulam, Geunteng, Meunasah Bie, Meunasah Raya, Meunasah Mancang, Gampong Blang, Dayah Usen, Ulim, hingga Blang Cut.
Meski rehabilitasi terus berjalan, Muhammad Nur mengakui masih banyak lahan pertanian yang tertimbun lumpur dan material banjir sehingga membutuhkan penanganan bertahap.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Aceh untuk melakukan pengelolaan tanah di lahan yang terdampak agar dapat dimanfaatkan kembali oleh petani, termasuk untuk penanaman tanaman palawija sambil menunggu kondisi lahan benar-benar pulih,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait progres rehabilitasi lahan pertanian.
Menurutnya, setiap tahapan pemulihan perlu dipublikasikan secara berkala agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan pascabencana sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap upaya yang dilakukan pemerintah.
“Setiap kegiatan rehabilitasi sawah perlu dipublikasikan sehingga masyarakat mengetahui sejauh mana proses penanganan telah berjalan dan dapat melihat langsung komitmen pemerintah dalam memulihkan sektor pertanian,” kata Tendri Wardi.
Pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen bersama antara Polres Pidie Jaya dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian, sehingga lahan yang sempat rusak akibat bencana dapat kembali produktif dan menjadi penopang kebangkitan ekonomi masyarakat di daerah itu.












