Daerah  

Angin Kencang Terjang Aceh Selatan, Pohon Tumbang dan Longsor Ganggu Arus Lalu Lintas di Jalur Nasional

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Cuaca ekstrem angin kencang yang melanda Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (6/8/2026), mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa titik ruas jalan nasional Tapaktuan–Subulussalam. Peristiwa tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan memaksa kendaraan melintas secara bergantian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Selatan, pohon tumbang terjadi di kawasan Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan. Sementara itu, longsor disertai pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di depan MTsN 4 Sawang, Kecamatan Sawang.

Material pohon dan tanah yang menutupi sebagian badan jalan menyebabkan arus kendaraan tersendat. Pengendara yang melintasi jalur nasional tersebut harus ekstra hati-hati karena akses jalan hanya dapat dilalui secara bergantian hingga proses pembersihan selesai dilakukan.

Menyikapi kondisi tersebut, petugas bersama warga setempat bergerak cepat melakukan evakuasi batang pohon, ranting, serta material longsor agar jalur utama penghubung Tapaktuan–Subulussalam kembali dapat dilalui dengan aman.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan kendaraan akibat kejadian tersebut. Meski demikian, kondisi cuaca yang masih didominasi hujan dan angin kencang membuat potensi terjadinya pohon tumbang maupun longsor susulan tetap perlu diwaspadai.

Relawan RAPI Aceh Selatan, Zumardi mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jalan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan yang dipenuhi pepohonan maupun daerah perbukitan di sepanjang jalur nasional Tapaktuan–Subulussalam.

Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menghindari berhenti atau berteduh di bawah pohon besar ketika hujan deras disertai angin kencang masih berlangsung.

Sementara itu, pihak terkait terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan bencana guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya pohon tumbang maupun longsor susulan, sehingga keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.