BATAM, Bersuarakita — Badan Meteorologi dan pemangku kebijakan memprediksi puncak musim kemarau di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan terjadi pada Oktober mendatang. Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota didesak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta krisis air bersih.
Himbauan ini disampaikan oleh Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kepri, Ismail. Ia menegaskan pentingnya langkah preventif melalui peningkatan patroli dan pengawasan ketat di area rawan sebelum bencana terjadi.
Poin-Poin Krusial Imbauan IPJI Kepri
Ancaman Karhutla Cuaca panas terik yang kian meningkat membuat potensi kebakaran hutan dan lahan sangat tinggi. Patroli wilayah rawan harus segera diintensifkan.
Potensi Krisis Air di Batam Musim kemarau diprediksi memperparah penyusutan debit air di waduk-waduk (DAM) penyokong Batam. Pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan membuat kebutuhan air kian mendesak.
Sorotan Alih Fungsi Lahan Kerusakan hutan akibat aktivitas penimbunan lahan secara masif tanpa pengawasan ketat dinilai memperburuk daya serap air dan daya tahan lingkungan.
Ismail mengingatkan bahwa antisipasi dini dari para pemangku kebijakan adalah kunci utama. Menurutnya, pembenahan pengawasan lingkungan dan manajemen krisis air harus dilakukan secara serius sebelum dampak kemarau merugikan masyarakat luas.












