PIDIE JAYA, Bersuarakita – Kabar duka menyelimuti jajaran kepolisian dan masyarakat Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Aipda Jhoni Rahmat, Kasium Polsek Panteraja, Polres Pidie Jaya, meninggal dunia.
Ungkapan belasungkawa disampaikan Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME. Ia menyebut kepergian almarhum menjadi kehilangan, tidak hanya bagi keluarga dan institusi kepolisian, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini mengenalnya.
Menurut Sibral, Aipda Jhoni Rahmat dikenal sebagai sosok yang rendah hati, mudah bergaul, peduli terhadap sesama, serta ringan tangan membantu warga.
Ia mengatakan pengabdian almarhum tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan tugasnya sebagai anggota Polri. Kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kedekatannya dengan masyarakat juga menjadi bagian dari jejak pengabdian yang ditinggalkan.
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kita kehilangan sosok yang selama hidupnya telah menebarkan banyak kebaikan dan meninggalkan kesan di hati masyarakat,” ujar Sibral.
Bupati mendoakan seluruh pengabdian dan kebaikan yang dilakukan almarhum menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT.
“Semoga seluruh pengabdian, kebaikan dan kepedulian almarhum menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya dan ditempatkan di tempat terbaik. Kepada keluarga yang ditinggalkan, saya berharap tetap kuat dan ikhlas menghadapi ujian ini,” katanya.
Sibral juga mengajak masyarakat Pidie Jaya untuk bersama-sama mengiringi kepergian almarhum dengan doa.
Menurutnya, nilai-nilai kebaikan yang selama ini ditunjukkan Aipda Jhoni Rahmat dapat menjadi teladan dalam membangun kepedulian sosial dan hubungan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Bagi orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya, kepergian Aipda Jhoni Rahmat menyisakan kenangan. Di tengah tugasnya sebagai anggota kepolisian, almarhum dikenang bukan hanya karena profesinya, tetapi juga karena kepeduliannya terhadap sesama.
Kini, pengabdian itu telah berakhir. Namun, kebaikan yang ditinggalkan almarhum di tengah masyarakat diharapkan tetap hidup melalui doa dan keteladanan.












