PIDIE JAYA,Bersuarakita – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya terus memperkuat pembangunan sektor kesehatan lingkungan setelah berhasil meraih status 100 persen Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS).
Kini, daerah tersebut menargetkan peningkatan capaian menuju Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Madya melalui penguatan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemicuan STBM yang digelar Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Pidie Jaya di Aula Puskesmas Meurah Dua. Kegiatan itu diikuti 24 peserta dari 12 puskesmas yang terdiri atas penanggung jawab kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Pidie Jaya, Eddy Azwar, SKM, M.Kes, mengatakan keberhasilan Pidie Jaya mencapai status ODF 100 persen merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat secara menyeluruh.
Ia mengingatkan, beberapa bulan lalu Bupati Pidie Jaya menerima dua penghargaan bergengsi, yakni penghargaan dari Pemerintah Aceh atas keberhasilan seluruh desa di Pidie Jaya mencapai status bebas BABS serta penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai Kabupaten STBM Pratama pada pilar pertama, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan.
“Ke depan, kita menargetkan peningkatan ke jenjang STBM Madya. Untuk mencapainya dibutuhkan sinergi seluruh penanggung jawab kesehatan lingkungan dan promosi kesehatan agar lima pilar STBM dapat diterapkan secara optimal di tengah masyarakat,” ujar Eddy Azwar.
Menurutnya, keberhasilan program sanitasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh narasumber dari Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Asriani, AMKL, serta Susi Nurita, S.Kep dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.
Mereka mendorong seluruh puskesmas untuk terus melakukan pemicuan STBM di desa-desa sehingga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dapat terus diperkuat di masyarakat.
Selain mempertahankan capaian yang telah diraih, Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan lima pilar STBM, mulai dari stop BABS, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap penguatan sanitasi berbasis masyarakat tersebut mampu meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, menekan risiko penyakit berbasis lingkungan, serta mempertahankan prestasi daerah sebagai salah satu kabupaten dengan capaian sanitasi terbaik di Aceh.












