ACEH SELATAN, Bersuarakita — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Aceh Selatan bersama Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) berkolaborasi melaksanakan Lokakarya Penguatan Sistem Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas, di Aula Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua II TP-PKK Kabupaten Aceh Selatan, Ny. Sri Kurniati Diva Samudra, yang mewakili Ketua TP-PKK Aceh Selatan. Turut hadir Kadis DPMG Aceh Selatan Safril, S.Sos., Sekretaris TP-PKK Aceh Selatan Ibu Hernida, S.P., Ketua PEKKA Ibu Ida Purnama, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Gampong Bapak Masrizal, S.E., M.M., yang juga menjadi salah satu narasumber.
Dalam penyampaiannya, Ibu Hernida, S.P. menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan keterampilan, tetapi juga mencakup upaya membangun kepercayaan diri, kemandirian, serta kemampuan perempuan untuk mengambil peran dalam keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, pendidikan pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan perempuan di tingkat gampong.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun keluarga dan masyarakat. Karena itu, melalui pendidikan dan pemberdayaan, kita ingin perempuan semakin memiliki pengetahuan, keterampilan dan keberanian untuk berkembang serta mengambil peran dalam pembangunan,” ujar Hernida.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antara TP-PKK, PEKKA dan berbagai pihak menjadi hal penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan perempuan di Aceh Selatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Gampong, Masrizal, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan perlu diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan potensi yang ada di masing-masing gampong.
Menurut Masrizal, perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi keluarga apabila mendapatkan akses terhadap pengetahuan, keterampilan, pendampingan dan kesempatan yang memadai.
“Pemberdayaan ekonomi perempuan harus kita dorong dari tingkat gampong dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia. Perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menjadi pelaku dan penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan lokakarya tersebut dapat menghasilkan pemahaman dan langkah bersama dalam memperkuat sistem pendidikan pemberdayaan perempuan, sekaligus mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang mandiri dan produktif.
Ketua PEKKA, Ida Purnama, turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara TP-PKK Aceh Selatan dan PEKKA. Menurutnya, sinergi lintas lembaga sangat diperlukan untuk memastikan program pemberdayaan perempuan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lokakarya tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas perempuan, memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan, serta mendorong kemandirian perempuan di tingkat keluarga dan gampong.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, perempuan diharapkan semakin berdaya, mandiri dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas.












