ACEH SELATAN, Bersuarakita – Raut bangga dan semangat tampak jelas di wajah para prajurit Batalyon Infanteri 115/Macan Leuser. Di hadapan pimpinan, mereka bersiap menghadapi salah satu tugas penting mengamankan wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (RI–PNG).
Momentum itu berlangsung saat Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., mengunjungi satuan tersebut dalam rangka pemeriksaan kesiapan operasi (Riksiap Ops) Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Statis Yonif 115/ML.
Kunjungan tersebut bukan sekadar pemeriksaan kesiapan personel dan perlengkapan. Bagi para prajurit, kehadiran Pangdam menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa tugas yang akan mereka emban merupakan amanah negara yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Dalam arahannya, Pangdam Iskandar Muda menegaskan bahwa sebelum diberangkatkan ke daerah operasi, seluruh prajurit Macan Leuser akan mengikuti latihan lanjutan di satuan elit.
Latihan itu diharapkan semakin mematangkan kemampuan teknis, profesionalisme, serta kesiapan mental dan fisik para prajurit dalam menghadapi dinamika tugas di medan operasi.
“Saya mendoakan 450 prajurit Macan Leuser yang berangkat melaksanakan tugas dan 450 prajurit kembali ke satuan dalam keadaan selamat,” kata Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Ia meminta seluruh prajurit menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Harumkan nama Yonif 115/Macan Leuser, Kodam Iskandar Muda, serta TNI Angkatan Darat,” pesannya.
Pesan tersebut disambut dengan semangat oleh para prajurit. Di penghujung kegiatan, suasana berubah menjadi penuh haru dan kebanggaan. Yel-yel khas satuan menggema, menjadi simbol kuatnya ikatan kebersamaan dan soliditas di antara para prajurit Macan Leuser.
Dalam suasana penuh keakraban, para prajurit kemudian bersama-sama mengangkat Pangdam Iskandar Muda. Aksi spontan itu menjadi gambaran kedekatan emosional antara pimpinan dan prajurit sekaligus cermin tingginya moril pasukan menjelang keberangkatan menjalankan tugas negara.
Bagi 450 prajurit Macan Leuser, tugas di perbatasan bukan sekadar penugasan. Di balik seragam dan senjata yang mereka bawa, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus membangun kepercayaan dan rasa aman bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Dengan pembinaan dan latihan yang berkelanjutan serta dukungan penuh dari pimpinan, Yonif 115/Macan Leuser menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI–PNG secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab.
Mereka berangkat membawa nama satuan dan institusi. Namun yang paling penting, mereka membawa harapan yang sama menjalankan amanah negara dan kembali pulang dengan selamat kepada keluarga.












