PIDIE JAYA,Bersuarakita – Langkah perombakan birokrasi yang dilakukan Bupati Sibral Malasyi mulai mengguncang struktur pemerintahan di Kabupaten Pidie Jaya.
Sebanyak 21 pejabat eselon II resmi dilantik, namun justru meninggalkan tanda tanya besar di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Pasalnya, sejumlah dinas strategis hingga kini masih belum memiliki pimpinan definitif maupun pejabat pelaksana tugas (Plt) atau pelaksana harian (Plh).
Kekosongan jabatan itu terjadi di beberapa sektor penting, di antaranya Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan, hingga Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi di internal birokrasi. Banyak ASN kini menunggu siapa sosok yang akan dipercaya mengisi kursi sementara di instansi-instansi strategis tersebut.
Hingga satu hari setelah pelantikan berlangsung, belum ada nama yang diumumkan untuk mengisi posisi Plt maupun Plh di sejumlah dinas tersebut. Situasi ini membuat suasana di lingkungan pemerintahan semakin penuh teka-teki. Di sisi lain, gaya kepemimpinan Sibral Malasyi memang kerap menghadirkan kejutan dalam melakukan perombakan kabinet daerahnya.
Publik sebelumnya sempat mempertanyakan mengapa selama lebih dari satu tahun menjabat sebagai Bupati Pidie Jaya, belum ada pelantikan besar dalam struktur pejabat eselon.
Namun ketika akhirnya pelantikan dilakukan, keputusan tersebut justru membuka babak baru dinamika birokrasi di daerah itu. Kini perhatian ASN dan masyarakat tertuju pada langkah berikutnya: siapa yang akan ditunjuk mengisi kekosongan di dinas-dinas vital tersebut?
Apakah nama-nama lama akan kembali dipercaya, atau justru muncul figur baru yang tak terduga? Jawabannya kemungkinan akan segera terungkap dalam waktu dekat. Namun untuk saat ini, satu hal yang pasti panggung birokrasi di Pidie Jaya masih menyimpan banyak kejutan.”









