Daerah  

Gedung PMI Aceh Selatan Disorot, Dinilai Tak Berfungsi Meski Telan Anggaran Besar

ACEH SELATAN, Bersuarakita– Keberadaan gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Selatan menjadi sorotan publik. Bangunan yang dibangun dengan anggaran cukup besar tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas kemanusiaan dan pelayanan masyarakat di daerah itu.


Sorotan tersebut disampaikan oleh Kordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), T. Sukandi, yang menilai kondisi gedung PMI saat ini terlihat minim aktivitas. Menurutnya, bangunan yang seharusnya menjadi pusat koordinasi kegiatan kemanusiaan, donor darah, pelatihan relawan, serta penanganan kebencanaan justru tampak sepi dan kurang difungsikan.


“Gedung ini dibangun dengan harapan dapat menjadi pusat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat. Namun hingga saat ini, masyarakat masih mempertanyakan sejauh mana pemanfaatannya,” ujar T. Sukandi dalam keterangannya.


Ia menyoroti bahwa di tengah kebutuhan masyarakat terhadap layanan donor darah dan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan, keberadaan gedung PMI seharusnya mampu memberikan manfaat yang nyata. Menurutnya, fasilitas yang telah tersedia perlu dioptimalkan agar tidak terkesan terbengkalai.


T. Sukandi juga mengingatkan bahwa pembangunan gedung tersebut bersumber dari dana yang pada akhirnya berasal dari masyarakat, baik melalui dukungan pemerintah maupun berbagai sumber pendanaan lainnya. Karena itu, transparansi dan pemanfaatan fasilitas secara maksimal dinilai penting untuk menjawab harapan publik.


“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga pelayanan dan kegiatan kemanusiaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.


Ia berharap pengurus PMI Aceh Selatan dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kondisi dan rencana pemanfaatan gedung tersebut ke depan. Selain itu, ia mendorong agar gedung PMI dapat segera difungsikan secara optimal sebagai pusat kegiatan kemanusiaan, pelatihan relawan, serta pelayanan sosial lainnya.


Menurutnya, keberadaan PMI memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat, terutama saat terjadi bencana, keadaan darurat, maupun kebutuhan donor darah. Oleh karena itu, fasilitas yang telah dibangun diharapkan tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga menjadi pusat aktivitas kemanusiaan yang aktif dan produktif.


Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PMI Aceh Selatan terkait sorotan yang disampaikan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut.