ACEH SELATAN, Bersuarakita – MAN 1 Aceh Selatan menggelar Pelatihan Dasar-Dasar Jurnalistik sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang menekankan nilai karakter, etika, dan kecintaan pada ilmu. Pelatihan berlangsung selama dua hari, 26–27 November, di Aula MAN 1 Aceh Selatan. Sebanyak 70 siswa dan guru antusias mengikuti kegiatan ini.
Dua narasumber profesional dihadirkan untuk memperkuat pelatihan, yakni Ichdar Ifan, ST dari iNews Media Group dan Sudirman Hamid, pendiri media online InfoRakyat.co. Keduanya membawakan materi jurnalistik modern dengan pendekatan praktis.
Kepala MAN 1 Aceh Selatan, Zulkarnaini, S.Pd, M.Pd, membuka kegiatan secara resmi. Ia menegaskan pentingnya literasi media bagi siswa di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks.

“Pelatihan jurnalistik ini sangat penting untuk membentuk generasi yang kritis, cerdas, dan beretika dalam bermedia. Terutama bagi siswa yang sebentar lagi menamatkan pendidikan di madrasah,” ujar Zulkarnaini. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang menunjukkan minat besar terhadap dunia jurnalistik.
Pada sesi pertama, pemateri televisi Ichdar Ifan, ST memberikan pelatihan teknik dasar jurnalistik TV. Para peserta diperkenalkan pada teknik pengambilan gambar, hingga teknik wawancara untuk berita televisi. Tak berhenti di teori, Ichdar mengajak peserta mempraktikkan langsung bagaimana merekam wawancara secara benar dan profesional.
Sesi berikutnya menghadirkan Sudirman Hamid, yang fokus membahas teknik menulis berita untuk media online. Ia mengupas tuntas struktur 5W+1H, kaidah penulisan jurnalistik, prinsip Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta perbedaan mendasar antara penulisan di media mainstream dan media sosial.
Sudirman juga mengulas Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, khususnya kewajiban pers dalam melayani hak jawab, hak koreksi, dan menghormati norma agama serta kesusilaan masyarakat. Ia menekankan bahwa jurnalis wajib menjunjung tinggi akurasi, objektivitas, dan asas praduga tak bersalah.
“Masih banyak yang keliru membedakan standar penulisan media pers dan media sosial. Karena itu, pemahaman dasar jurnalistik sangat penting,” ungkapnya.
Pada hari pertama, peserta mengikuti praktik wawancara dan latihan menulis berita online. Memasuki hari kedua, peserta diuji kembali melalui simulasi penulisan naskah berita televisi sesuai standar newsroom.
Pelatihan ini dirancang menekankan peningkatan kapasitas siswa dalam memproduksi karya jurnalistik yang akurat, berimbang, etis, dan mampu menangkal hoaks.
Kegiatan yang berlangsung intensif ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang memahami kerja jurnalistik secara etis dan profesional, serta berkontribusi dalam penyebaran informasi yang bertanggung jawab.
Workshop turut dihadiri wartawan BeritaMerdeka.net, KBB Aceh, dewan guru, dan para peserta pelatihan jurnalistik.













