Banner Bersuarakita
Daerah  

Akses Terputus di Pedalaman Kluet Tengah, Warga Dua Gampong Tagih Janji Pembangunan Jalan

ACEH SELATAN, Bersuarakita  — Akses jalan yang puluhan tahun terabaikan di pedalaman Kecamatan Kluet Tengah kembali memantik keluhan warga. Di Gampong Siurai-urai dan Koto Indarung, satu-satunya jalur penghubung antargampong masih berupa tanah berlumpur. Setiap musim hujan, jalan itu bukan hanya memutus pergerakan warga, tetapi juga mengancam keselamatan yang bergantung pada akses tersebut.

Sunardi, warga Koto Indarung, mengatakan bahwa permohonan perbaikan jalan sudah berulang kali disuarakan warga. Namun hingga kini, pembangunan jalan yang dinantikan belum juga direalisasikan.

“Kami sangat berharap pemerintah segera membangun jalan kami. Sudah terlalu lama kami menunggu agar bisa lebih mudah menuju gampong lainnya,” ujar Sunardi, Minggu (23/11/2025).

Menurutnya, jalan rusak itu sudah lama menjadi persoalan utama bagi dua gampong tersebut. Ketika hujan turun, jalur itu berubah menjadi kubangan berlumpur yang sulit dilintasi bahkan dengan sepeda motor.

“Guru dan siswa kesulitan berangkat ke sekolah. Aktivitas ekonomi warga juga terganggu. Yang paling menyedihkan, kalau ada warga sakit yang harus dirujuk ke Puskesmas di pusat kecamatan, jalan tanah itu tidak bisa dilewati mobil. Motor saja sering terperosok,” ungkapnya.

Selain menghambat ekonomi dan pendidikan, akses jalan ini juga vital untuk pelayanan kesehatan. Warga khawatir kondisi itu dapat memperburuk penanganan medis jika terjadi keadaan darurat.

Karena itulah, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan dinas terkait untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Mereka berharap pembangunan jalan dapat segera diprioritaskan mengingat peran krusialnya bagi kehidupan masyarakat.

“Kami warga di sini sudah sangat lama menunggu pembangunan jalan itu. Semoga ada perhatian serius dari pemerintah. Dengan infrastruktur yang baik, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat pasti jauh lebih terbantu,” tutup Sunardi.