PIDIE JAYA, Bersuarakita – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh memperkuat kolaborasi untuk menjadikan seni dan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kerja ISBI Aceh Tahun 2026 bertema “Musyawarah untuk Aceh Tangguh dan Berdaya” yang digelar di Aula Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, pimpinan ISBI Aceh, akademisi, budayawan, hingga pelaku seni dari berbagai daerah di Aceh.
Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong pelestarian budaya Aceh sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pengembangan seni.
Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim mengatakan kolaborasi dengan ISBI Aceh merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan penguatan karakter masyarakat melalui seni dan budaya.
“Budaya merupakan identitas daerah yang harus dijaga. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Pidie Jaya,” ujarnya.
Dalam musyawarah tersebut juga dibahas berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, pengembangan ekonomi kreatif, hingga pembinaan generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai budaya Aceh.
Pertemuan itu menjadi kelanjutan dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan ISBI Aceh yang sebelumnya telah menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan seni, budaya, pendidikan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui sinergi tersebut, Pidie Jaya diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi contoh dalam menjaga warisan budaya Aceh sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan.












