Daerah  

Pertemuan Tokoh ABAS di Meulaboh Tegaskan Komitmen Perjuangan Pembentukan Provinsi ABAS

ACEH BARAT,Bersuarakita – Sejumlah tokoh masyarakat dari enam kabupaten di wilayah Aceh Barat Selatan (ABAS) menggelar silaturahmi dan musyawarah bersama di Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Rabu (17/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, dan Simeulue.

Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. H. Ishak Hasan, yang memaparkan potensi ekonomi kawasan pantai barat selatan Aceh. Menurutnya, pengembangan berbagai sektor strategis di wilayah tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing kawasan ABAS.

Selanjutnya, tokoh ABAS sekaligus mantan Sekretaris Komite Persiapan Pembentukan Provinsi (KP3) ABAS periode 2003–2008, Zuriat Suparjo, menyampaikan paparan mengenai sejarah panjang perjuangan pembentukan KP3 ABAS. Ia mengulas berbagai tantangan yang pernah dihadapi serta peluang yang masih terbuka bagi perjuangan pemekaran Provinsi ABAS di masa mendatang.

Sementara itu, inisiator kegiatan silaturahmi, Teuku Sukandi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan pemekaran wilayah. Ia mengawali pidatonya dengan mengutip Surat Ar-Ra’d ayat 11 yang menekankan bahwa perubahan nasib suatu kaum bergantung pada upaya yang dilakukan oleh kaum itu sendiri.

“Kita boleh mati karena memang semua manusia pasti akan mati, tetapi semangat perjuangan pemekaran Provinsi ABAS tidak boleh mati dan tidak boleh berhenti sebelum cita-cita itu terealisasi,” ujar Sukandi yang disambut tepuk tangan peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Sukandi yang juga dikenal sebagai salah satu deklarator berdirinya KP3 ABAS sekitar 23 tahun lalu menyampaikan perlunya revisi kepengurusan organisasi. Langkah tersebut dilakukan menyusul wafatnya Ketua KP3 ABAS sebelumnya, Cut Agam, sehingga diperlukan pemilihan kepemimpinan baru untuk melanjutkan roda organisasi.

Usai rangkaian seremonial, peserta kemudian menggelar musyawarah pemilihan Ketua KP3 ABAS. Musyawarah yang dipimpin langsung oleh Sukandi itu menghasilkan keputusan secara aklamasi dengan menetapkan Haji Kamaruddin sebagai Ketua KP3 ABAS yang baru.

Setelah terpilih, Kamaruddin diberikan kewenangan untuk menunjuk sekretaris dan bendahara organisasi. Dalam forum tersebut, ia menetapkan Drs. Meurah Ali sebagai Sekretaris dan Razali, SE sebagai Bendahara KP3 ABAS.

Forum musyawarah selanjutnya memberikan mandat kepada ketua, sekretaris, dan bendahara terpilih sebagai tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan lengkap KP3 ABAS dalam waktu 100 hari ke depan. Kepengurusan yang akan dibentuk nantinya diharapkan melibatkan berbagai unsur tokoh masyarakat, baik yang hadir maupun yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut, sepanjang memiliki komitmen memperjuangkan aspirasi pemekaran Provinsi ABAS.

Menutup kegiatan, Sukandi berpesan kepada kepengurusan baru agar mampu membawa organisasi ke arah yang lebih terarah dan solid.

“Jadilah tokoh pemimpin untuk memimpin KP3 ABAS ke arah yang lebih terpimpin,” pesannya.

Ia juga berharap dalam waktu 100 hari mendatang dapat dilakukan pengukuhan kepengurusan baru KP3 ABAS di Universitas Teuku Umar. Menurut rencana, kegiatan tersebut akan mengundang enam kepala daerah di wilayah ABAS, para ulama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat dari kawasan pantai barat selatan Aceh.

Selain itu, panitia juga berencana mengundang perwakilan Komite Persiapan Pembentukan Provinsi (KP3) ALA (Aceh Leuser Antara). Sukandi menilai perjuangan pemekaran ABAS dan ALA memiliki kesamaan aspirasi dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah masing-masing.

Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi terbaru para tokoh ABAS dalam melanjutkan agenda perjuangan pemekaran wilayah yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.