ACEH BARAT,Bersuarakita – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat terus mengintensifkan kegiatan penambalan (patching) jalan berlubang di berbagai wilayah sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Hingga pertengahan Juni 2026, tim PUPR Aceh Barat telah berhasil memperbaiki lebih dari 200 titik kerusakan jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 165 titik berada di Kecamatan Johan Pahlawan yang merupakan pusat pemerintahan dan kawasan perkotaan Meulaboh.
Perbaikan tidak hanya difokuskan pada jalan protokol di pusat kota, tetapi juga mencakup ruas jalan lingkungan serta sejumlah titik kerusakan pada jalan nasional dan provinsi yang berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat.
Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan kegiatan patching merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Aceh Barat untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan masyarakat.
“Sesuai arahan Bapak Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., kami melakukan patroli rutin setiap hari untuk memantau kondisi jalan. Setiap titik kerusakan yang ditemukan langsung ditangani melalui penambalan menggunakan aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP) mini,” ujar Beni Hardi, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, kegiatan perbaikan kini telah diperluas ke sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Meureubo, Samatiga, Arongan Lambalek, hingga Kecamatan Woyla, termasuk kawasan Kuala Bhee.
Beni menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang turut melaporkan kondisi jalan rusak kepada Dinas PUPR. Setiap laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.
“Selain hasil patroli rutin, banyak titik kerusakan yang kami tangani berdasarkan laporan masyarakat. Begitu laporan masuk dan telah diverifikasi, tim segera turun untuk melakukan penambalan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk terus melanjutkan program patching jalan secara bertahap hingga seluruh titik kerusakan yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan dapat ditangani.
“Kegiatan ini akan terus kami lakukan agar kondisi jalan di Aceh Barat semakin aman dan nyaman. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus melaporkan apabila menemukan jalan berlubang sehingga dapat segera ditangani,” pungkas Beni.












