Daerah  

Yatim Asal Aceh Selatan, Edi Saputra Tantang Nasib di Panggung Dangdut

ACEH SELATAN, Bersuarakita– Semangat pantang menyerah ditunjukkan Edi Saputra (23), pemuda asal Kabupaten Aceh Selatan yang tengah berjuang meraih cita-citanya menjadi penyanyi dangdut.

Edi diketahui telah menyelesaikan tahapan audisi secara online dan dijadwalkan berangkat ke Medan pada 17 April 2026 untuk mengikuti seleksi lanjutan secara offline.

Ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik daerahnya.

“Insya Allah tanggal 17 ini berangkat ke Medan untuk audisi offline. Mohon doa agar bisa memberikan yang terbaik,” ujar Edi. Senin (13/4/2026)

Lahir di Pulo Kambing pada 11 Juli 2002, perjalanan hidup Edi tidaklah mudah. Ia telah menjadi yatim sejak usia satu tahun. Sejak saat itu, Edi diasuh oleh kakek dan neneknya hingga tumbuh dewasa.

Kini, setelah sang kakek meninggal dunia, Edi tinggal bersama neneknya di Kota Fajar. Sosok kakek, kata Edi, menjadi salah satu motivasi terbesarnya untuk terus mengejar mimpi.

“Dulu kakek sangat ingin melihat saya menjadi penyanyi. Beliau selalu mendukung, bahkan sampai menangis. Tapi Allah lebih dulu memanggilnya,” tutur Edi dengan haru.

Bukan kali pertama Edi mencoba peruntungan di dunia tarik suara. Ia pernah mengikuti ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA) pada 2021, namun gagal melangkah lebih jauh. Meski begitu, kegagalan tersebut tidak mematahkan semangatnya.

“Tanpa sponsor, saya tetap berusaha. Kegagalan bukan alasan untuk menyerah, tapi jadi motivasi untuk bangkit,” katanya.

Sebagai anak tunggal, Edi merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membahagiakan neneknya serta mengharumkan nama Aceh Selatan di kancah yang lebih luas.

Ia pun menegaskan tekadnya untuk kembali mencoba dan memberikan yang terbaik dalam audisi kali ini.

“Saya ingin mewujudkan mimpi menjadi penyanyi dangdut dan membanggakan Aceh Selatan. Bismillah, saya akan terus berjuang,” ucapnya.