Daerah  

Disdik Aceh Tinjau SMAN 1 Tapaktuan, Pastikan Kesiapan TKA 2026

Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd.

ACEH SELATAN, Bersuarakita – Dinas Pendidikan Aceh terus memperkuat kesiapan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 bagi siswa kelas XII SMA. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., ke SMAN 1 Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan, Anandwi, serta Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Aceh Selatan, Muzakir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Bidang Pembinaan SMA dan PKLK untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan jenjang SMA di Aceh berjalan optimal, khususnya dalam menghadapi pelaksanaan TKA tahun 2026.

Syarwan Joni mengatakan, kunjungan tersebut difokuskan pada pemeriksaan kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan TKA, mulai dari aspek perencanaan hingga dukungan sarana dan prasarana.

Menurutnya, TKA merupakan instrumen asesmen yang terstruktur, terstandar, dan terukur untuk menggambarkan capaian kompetensi akademik siswa pada akhir jenjang pendidikan.

“TKA adalah instrumen asesmen yang terstruktur, terstandar, dan terukur dari pemerintah. Ini menjadi label capaian kompetensi akademik siswa kelas akhir selama bersekolah,” kata Syarwan.

Ia menjelaskan, TKA memiliki dua fungsi penting. Pertama, sebagai instrumen validasi capaian kemampuan akademik siswa. Kedua, menjadi salah satu instrumen pendukung bagi lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jalur kedinasan, maupun jalur seleksi lain yang menggunakan nilai TKA sesuai ketentuan.

Selain mengukur capaian siswa, hasil TKA juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memetakan mutu pendidikan pada tingkat sekolah, kabupaten, hingga provinsi.

“TKA tahun 2026 ini juga menjadi baseline mutu pendidikan, baik di tingkat sekolah, kabupaten, maupun provinsi,” ujarnya.

Dari sisi teknis, pelaksanaan TKA di SMAN 1 Tapaktuan direncanakan berlangsung dalam dua gelombang. Pengaturan tersebut dilakukan karena jumlah perangkat komputer yang tersedia belum sebanding dengan jumlah siswa peserta asesmen.

Syarwan mengatakan, keterbatasan sarana tersebut akan menjadi bahan rekomendasi untuk penguatan fasilitas teknologi informasi di sekolah, sehingga pelaksanaan asesmen pada masa mendatang dapat berjalan lebih optimal.

“Ke depan akan kita jadikan rekomendasi untuk penambahan unit komputer, agar pelaksanaan TKA lebih optimal,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya tiga aspek keberhasilan dalam pelaksanaan TKA, yakni keberhasilan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil.

Menurut Syarwan, persiapan yang matang serta pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian hasil yang optimal.

“Jika perencanaan dan pelaksanaan baik, maka hasilnya pasti baik. Proses yang baik akan berbanding lurus dengan hasil yang baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syarwan turut mengapresiasi karakter siswa SMAN 1 Tapaktuan yang dinilainya santun dan berkarakter. Ia juga mendorong sekolah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pembelajaran, sistem penilaian, serta pengelolaan perpustakaan.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat mutu layanan pendidikan sekaligus menjadikan SMAN 1 Tapaktuan sebagai salah satu sekolah unggulan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan, Anandwi, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga awal November.

Ia mengatakan, salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama adalah peningkatan capaian pendidikan Aceh berdasarkan hasil TKA tahun sebelumnya.

Anandwi menyebutkan, pada pelaksanaan TKA 2025, Aceh berada di peringkat ke-31 dari 38 provinsi secara nasional. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah perbaikan pada tahun ini.

“Kondisi Aceh pada TKA tahun lalu tidak baik-baik saja. Tentu kita perlu melakukan upaya perbaikan,” kata Anandwi.

Untuk meningkatkan hasil TKA 2026, Dinas Pendidikan Aceh bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan telah menyiapkan sejumlah strategi. Langkah tersebut mencakup penguatan proses pendaftaran, sosialisasi secara intensif, serta pembentukan Gugus Belajar Guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan siswa dan guru, sekaligus mendorong perbaikan capaian akademik peserta TKA di Aceh.

“Strategi demi strategi sudah kita siapkan untuk mendongkrak capaian TKA tahun ini,” tutup Anandwi