Daerah  

Tinjau Progres Masjid Apung Tapaktuan, Bupati Mirwan: Sudah Banyak Perubahan

ACEH SELATAN,Bersuarakita – Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS meninjau pembangunan lanjutan Masjid Apung Tapaktuan, Jumat (16/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, Mirwan melihat perkembangan pengerjaan sejumlah bagian bangunan, termasuk menara dan interior masjid.

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Diva Samudra Putra, Mirwan memeriksa progres fisik masjid yang berada di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Selatan tersebut.

Bupati Mirwan mengatakan, perubahan pada bangunan terlihat dibandingkan dengan tahap pengerjaan sebelumnya. Ia berharap pembangunan masjid yang menjadi salah satu ikon wisata religi Aceh Selatan itu dapat segera diselesaikan.

“Sudah banyak perubahan dan kemajuan yang terlihat dibandingkan tahap sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan pembangunan ikon kebanggaan masyarakat Aceh Selatan ini,” ujar Mirwan di lokasi proyek, Jumat.

Pembangunan lanjutan Masjid Apung Tapaktuan telah berlangsung sejak 2025 dan berlanjut pada 2026. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga merencanakan penganggaran kembali pada 2027 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) untuk melanjutkan pembangunan masjid tersebut.

Peninjauan lapangan itu dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pembangunan lanjutan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target yang ditetapkan. Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kendala teknis yang berpotensi menghambat pengerjaan.

Penyelesaian pembangunan masjid diharapkan dapat menunjang kenyamanan dan keamanan jemaah serta pengunjung. Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Apung Tapaktuan juga diharapkan semakin memperkuat daya tarik wisata religi di Aceh Selatan.

Keberadaan masjid di tepi pantai tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Semoga pembangunan Masjid Apung Tapaktuan dapat segera rampung dan memberikan manfaat, baik sebagai pusat ibadah maupun sebagai destinasi wisata religi yang mendorong perekonomian daerah,” tutur Mirwan.