ACEH SELATAN,Bersuarakita – Gerakan sosial melalui Program “Titip Kursi Roda, Titip Kepedulian” di Kabupaten Aceh Selatan terus berkembang menjadi aksi kemanusiaan bersama yang mendapat dukungan luas dari masyarakat, termasuk para perantau Aceh Selatan di berbagai daerah di Indonesia.
Program yang awalnya difokuskan untuk membantu kebutuhan kursi roda bagi pasien di RSUD dr H. Yuliddin Away Tapaktuan itu kini mulai diperluas untuk mendukung pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Cahaya Sehat, puskesmas di seluruh Aceh Selatan, hingga masyarakat yang membutuhkan kursi roda di rumah.
Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap gerakan sosial tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Dukungan datang dari berbagai kalangan, baik masyarakat yang berada di Aceh Selatan maupun para perantau di Jakarta, Banda Aceh, Medan, dan daerah lainnya. Ini menunjukkan kepedulian sosial masyarakat Aceh Selatan sangat tinggi,” kata Gusmawi Mustafa di Tapaktuan.
Gusmawi yang juga menjabat Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan menyebutkan, hingga saat ini program tersebut telah menyediakan sebanyak 20 unit kursi roda dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah seiring bertambahnya partisipasi masyarakat dan donatur.
Dalam perkembangannya, seorang putra daerah asal Tapaktuan yang kini berdomisili di Jakarta, Ujank Kasim bersama keluarga turut berkontribusi dengan menyerahkan 14 unit kursi roda sekaligus menggagas pengembangan layanan sosial bagi pasien rawat jalan.
Dari hasil komunikasi antara BFLF Aceh Selatan dengan Ujank Kasim, disepakati sejumlah langkah nyata untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Sebanyak empat unit kursi roda telah diserahkan untuk Program Titip Kursi Roda di RSUD dr H. Yuliddin Away Tapaktuan, sementara 10 unit lainnya masih dalam proses pengiriman dari Jakarta ke Aceh Selatan.
Tidak hanya itu, Ujank Kasim juga mengamanahkan satu unit mobil ambulans kepada BFLF Aceh Selatan untuk kebutuhan antar jemput pasien rawat jalan, serta dua unit rumah singgah yang diperuntukkan bagi pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Tapaktuan.
Rumah singgah pertama berada di Gampong Hilir, Tapaktuan, yang akan difungsikan sebagai Rumah Singgah BFLF Aceh Selatan bagi pasien rawat jalan maupun keluarga pasien. Sementara rumah singgah kedua yang berlokasi di Gampong Lhok Bengkuang diprioritaskan bagi ibu melahirkan yang bayinya masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk bayi prematur maupun pasien dengan kondisi medis tertentu.
Selain itu, rumah singgah tersebut juga akan dimanfaatkan bagi ibu hamil yang sedang menunggu proses persalinan.
Menurut Gusmawi Mustafa, amanah berupa ambulans dan rumah singgah tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat besar dan akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
“Ini adalah amanah besar yang dipercayakan kepada BFLF Aceh Selatan untuk membantu masyarakat dan pasien yang membutuhkan. Insya Allah akan kami jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, layanan ambulans dan rumah singgah nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Aceh Selatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan pasien dari Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, hingga Kota Subulussalam yang menjalani pengobatan di rumah sakit-rumah sakit di Tapaktuan.
RSUD dr H. Yuliddin Away Tapaktuan yang berstatus rumah sakit tipe B regional selama ini juga menjadi rumah sakit rujukan bagi sejumlah kabupaten/kota di wilayah barat selatan Aceh.
Sebagai tindak lanjut pengembangan layanan kemanusiaan tersebut, BFLF Aceh Selatan juga melakukan komunikasi lintas daerah dengan sejumlah pihak, di antaranya Dewan Pengawas RS Tengku Peukan Aceh Barat Daya Muslizar MT serta Anggota Badan Baitul Mal Aceh Barat Daya, Salman Syarif.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama lintas kabupaten dalam mendukung kebutuhan pasien rujukan, termasuk rencana pengembangan rumah singgah bagi pasien asal Aceh Barat Daya yang menjalani pengobatan di Tapaktuan.
Gusmawi Mustafa yang akrab disapa Ogek Agus menyampaikan optimismenya bahwa gerakan kemanusiaan tersebut akan terus berkembang dengan dukungan masyarakat dan para donatur.
“Kami yakin ke depan armada ambulans akan terus bertambah dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. BFLF Aceh Selatan bersama ratusan relawan akan terus berupaya menjadi garda terdepan dalam gerakan sosial dan kemanusiaan,” katanya.
Ia berharap semangat kepedulian sosial dapat terus dijaga bersama karena setiap bantuan yang diberikan memiliki arti besar bagi pasien dan keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kadang yang dibutuhkan pasien bukan hanya pengobatan, tetapi juga perhatian, semangat, dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. Semoga setiap niat baik ini dimudahkan Allah SWT dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” tutupnya.












