ACEH SELATAN, Bersuarakita – Direktur Perumda Tirta Naga Tapaktuan, Abdillah, menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih di Aceh Selatan sejak dilantik.
Abdillah mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir Perumda Tirta Naga menerima kunjungan tim dari Balai dan mitra teknis, termasuk unsur Cipta Karya, untuk melakukan pendataan serta evaluasi intake air di wilayah Sikabu dan Lhok Bengkuang. Kegiatan tersebut mencakup rekapitulasi kondisi intake serta rencana rehabilitasi infrastruktur yang mengalami kerusakan.
“Ini bagian dari upaya menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat. Rehabilitasi intake di Lhok Bengkuang dan Sikabu menjadi salah satu prioritas,” kata Abdillah dengan nada optimis kepada Bersuarakita, di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, Perumda Tirta Naga juga mengajukan sejumlah usulan rehabilitasi pascabencana banjir bandang kepada pemerintah pusat. Namun, Abdillah mengakui realisasi program tersebut masih bergantung pada persetujuan dan tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Untuk 2026, Abdillah menargetkan pengaktifan layanan di empat Instalasi Kota Kecamatan (IKK) guna memperluas jangkauan pelayanan air bersih, yakni Trumon, Bakongan, Sawang, dan Pasie Raja.
“Ini bagian dari perluasan pelayanan. Soal pembiayaan tentu menjadi tantangan, dan itu menjadi tanggung jawab manajemen untuk mencari solusinya,” ujarnya.
Selain perluasan wilayah, Abdillah menyebutkan pembenahan sumber air mulai berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mencontohkan kawasan Batu Itam dan Sawang Kajai yang selama bertahun-tahun tidak mendapatkan pasokan air bersih, kini mulai terlayani.
“Beberapa wilayah yang sebelumnya kesulitan air, kini sudah bisa menikmati aliran PDAM,” kata dia.
Terkait maraknya pencurian air dan tunggakan pelanggan, Abdillah menegaskan akan mengambil langkah penertiban mulai 2026. Menurut dia, kebijakan tersebut diambil untuk menciptakan rasa keadilan bagi pelanggan yang taat membayar.
“Pelanggan yang menunggak dan melakukan pencurian air akan kami lakukan pemutusan sambungan,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Perumda Tirta Naga mencatat 224 pengaduan pelanggan, yang seluruhnya diklaim telah ditindaklanjuti. Selain itu, terdapat 92 kasus pemutusan sambungan akibat tunggakan pembayaran serta 79 pemasangan sambungan baru.
Hingga memasuki 2026, jumlah pelanggan aktif Perumda Tirta Naga tercatat sebanyak 3.597 pelanggan.













