ACEH SELATAN, Bersuarakita – Sejumlah petani sawit di Gampong Lawe Buluh Didi, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, memilih bergerak sendiri memperbaiki jalan tani yang rusak parah demi menjaga kelancaran distribusi hasil panen tandan buah segar (TBS).
Dengan peralatan sederhana dan semangat gotong royong, warga turun langsung menimbun lubang, meratakan badan jalan, hingga membuat saluran drainase agar akses kebun tidak kembali rusak saat diguyur hujan.
Jalan tersebut merupakan jalur utama pengangkutan hasil panen sawit menuju tempat penimbangan atau ram sawit. Kerusakan jalan selama ini dinilai sangat menghambat aktivitas petani, terutama ketika musim penghujan tiba.
“Beberapa petani yang memiliki lahan sawit di sini melakukan gotong royong memperbaiki jalan secara swadaya. Kalau tidak kami perbaiki sendiri, mobil pengangkut buah sawit tidak bisa masuk. Apalagi saat musim hujan, jalan menjadi becek dan hasil petani pun berkurang,” ujar salah seorang petani, Nyak Merdu, Sabtu (16/5/2026).
Menurut warga, perbaikan secara mandiri itu dilakukan karena mereka sudah terlalu lama menunggu perhatian pemerintah daerah, namun hingga kini kondisi jalan belum juga tersentuh pembangunan.
Padahal, sektor perkebunan sawit menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat di kawasan tersebut. Kerusakan akses jalan tidak hanya memperlambat distribusi hasil panen, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui instansi terkait dapat segera memberi perhatian serius terhadap kondisi jalan tani tersebut dan memasukkannya ke dalam program pembangunan infrastruktur pedesaan.
Masyarakat menginginkan jalan diperkeras agar dapat dilalui kendaraan pengangkut hasil panen sepanjang tahun, termasuk saat musim hujan.
“Kami sudah berusaha sendiri, sekarang kami butuh dukungan pemerintah. Kalau jalannya bagus, hasil sawit lancar keluar dan pendapatan petani bisa meningkat,” harap Nyak Merdu.
Aksi gotong royong para petani itu pun menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat desa dalam menjaga roda ekonomi tetap berjalan di tengah keterbatasan infrastruktur.












