BENER MERIAH, Bersuarakita – Akses utama bagi 14 desa di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, hingga kini belum juga pulih pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. Hampir lima bulan berlalu, Jembatan Wih Kanis masih dalam kondisi rusak parah tanpa penanganan serius dari pihak terkait.
Kondisi ini memaksa warga mengandalkan jembatan darurat yang dibangun secara swadaya menggunakan bambu. Selain rapuh, jembatan tersebut juga licin dan membahayakan keselamatan pengguna. Bahkan, sejumlah warga dilaporkan telah terjatuh saat melintas.
Jembatan darurat itu kini menjadi satu-satunya akses penghubung antar desa dan menuju pusat kecamatan. Aktivitas vital masyarakat pun bergantung pada jalur tersebut, mulai dari anak-anak yang pergi ke sekolah hingga warga yang membawa hasil kebun ke pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Dodi Trisnawan, mengatakan bahwa kondisi jembatan sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga yang melintas setiap hari.
“Jembatan ini satu-satunya jalan kami untuk membawa hasil kebun dan belanja kebutuhan sehari-hari. Tapi kondisinya sangat berbahaya, sudah banyak warga jatuh,” ujar Dodi, Sabtu (5/4/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Supriyadi. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membangun jembatan sementara yang lebih layak dan aman.
“Pemerintah memang sudah pernah turun melihat kondisi ini, tapi sampai sekarang belum ada pembangunan jembatan sementara yang aman. Kami berharap segera ada tindakan,” katanya.
Minimnya respons terhadap kondisi ini membuat warga terpaksa bertahan dengan fasilitas seadanya. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di 14 desa yang bergantung pada akses distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan atau penanganan lanjutan dari pihak berwenang. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memulihkan akses transportasi yang aman dan layak, demi keselamatan serta kelangsungan aktivitas sehari-hari masyarakat Mesidah.
Kontributor : Yusradi













