BENER MERIAH, Bersuarakita – Akses jalan nasional Bireuen–Takengon kembali terputus akibat luapan air yang menutupi badan jalan dan jembatan darurat yang dibangun pascabencana banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025 lalu. Akibatnya, arus transportasi dari dua arah, baik Bireuen menuju Takengon maupun sebaliknya, lumpuh total (5/5/2026).
Kondisi ini terjadi di jalur alternatif kawasan Wih Porak Kilometer 55, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari menyebabkan peningkatan debit air sungai secara signifikan.
Material batuan yang terbawa arus deras dari pegunungan menyumbat gorong-gorong di bawah jembatan. Sumbatan tersebut mengakibatkan air meluap hingga menutupi badan jalan dan jembatan darurat yang sebelumnya dibangun sebagai jalur penghubung sementara pasca terputusnya jalur utama akibat bencana pada November 2025.
Derasnya arus air dari arah pegunungan memperparah kondisi di lokasi. Air bahkan menutup seluruh permukaan jalan dan jembatan darurat, sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan.
Akibat kejadian ini, arus transportasi dari dua arah, baik dari Bireuen maupun Takengon, lumpuh total dan menyebabkan antrean kendaraan di kedua sisi jalur.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Anwar Sahdi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini jalur tersebut masih belum bisa dilalui. Ia menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi serta berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Kontributor : Yusradi













