ACEH SELATAN,Bersuarakita – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam di Tapaktuan. Keterlambatan distribusi yang terjadi berulang kali selama Ramadan memicu kemarahan orang tua siswa, Kamis (26/2/2026) sore.
Sejak hari pertama penyaluran, distribusi MBG disebut tidak tepat waktu. Siswa yang diminta mengambil paket di sekolah justru harus menunggu lama karena pengantaran molor. Situasi itu kembali terulang. Sejumlah wali murid mengaku terpaksa bertahan di lingkungan sekolah hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kondisi tersebut memicu protes. Para orang tua mendatangi ruang dewan guru untuk meminta penjelasan. Mereka mempertanyakan keseriusan pihak penyedia MBG yang dinilai tidak menghargai waktu, terlebih di bulan suci Ramadan.
“Kami menunggu hampir magrib. Di rumah masih banyak persiapan berbuka. Kalau terus begini, ini bukan membantu, justru merepotkan,” ujar salah seorang wali murid dengan nada kesal.
Tak sedikit orang tua yang secara terbuka meminta sekolah menghentikan penerimaan distribusi MBG dari yayasan penyedia jika persoalan keterlambatan tidak segera dibenahi. Mereka bahkan menyatakan siap membuat surat pernyataan penolakan.
“Kalau pengantarannya seperti ini terus, lebih baik tidak usah diterima lagi. Kami siap buat pernyataan,” tegas seorang orang tua di hadapan Kepala SDN 1 Tapaktuan, Safran.
Di sisi lain, pihak sekolah mengaku berada dalam posisi sulit. Kepala Sekolah Safran menyatakan bahwa pihaknya telah berulang kali menghubungi yayasan penyalur agar distribusi dilakukan tepat waktu. Namun, upaya koordinasi tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami juga terdampak. Guru-guru banyak yang rumahnya jauh. Kami sudah mengingatkan berkali-kali, tapi tetap saja harus menunggu,” kata Safran sembari menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua.












