ACEH BESAR, Bersuarakita — Sebanyak 209 Keuchik (kepala desa) hasil Pemilihan Keuchik Serentak tahun 2025 resmi dilantik oleh Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Jumat (21/11/2025). Prosesi pelantikan berlangsung di Lapangan Bungoeng Jeumpa, Kota Jantho, dan turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat gampong, serta keluarga para keuchik terpilih.
Pelantikan ini menjadi momentum dimulainya masa kerja baru para pemimpin gampong di Aceh Besar untuk periode 2025–2031. Sejumlah wajah baru juga turut hadir dalam formasi kepemimpinan kali ini, salah satunya Zahlul Armi, Keuchik Gampong Durung.
Pria berusia 32 tahun yang akrab disapa Mr. Syeh ini dikenal sebagai sosok muda dengan latar belakang aktivisme kampus dan pengalaman organisasi. Ia merupakan alumni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada tahun 2016–2017.
Usai dilantik, Zahlul menyampaikan bahwa masa awal kepemimpinannya akan difokuskan pada pembenahan dasar pemerintahan gampong, pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat berbasis program yang terukur.
“Amanah ini tanggung jawab besar. Saya akan mulai dengan pembenahan administrasi, mendengar kebutuhan warga, dan memastikan program gampong berjalan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, terutama generasi muda. Menurutnya, pemuda adalah aset strategis yang harus dibina, didorong, dan diberi ruang agar mampu menjadi motor perubahan di tingkat lokal.
“Gampong hari ini harus siap menghadapi era digital. Dengan SDM yang unggul dan pemuda yang terarah, digitalisasi pemerintahan gampong bukan hal yang sulit. Itu menjadi salah satu fokus saya,” tambahnya.
Kehadiran sosok muda seperti Zahlul Armi memberi harapan baru bagi masyarakat Gampong Durung, terutama dalam mendorong inovasi, tata kelola pemerintahan modern, dan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Baca Juga :
Dengan semangat baru dan dukungan masyarakat, periode kepemimpinan Keuchik di Aceh Besar diharapkan dapat menghadirkan perubahan nyata, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat ekonomi rakyat, serta memperkuat tata kelola pemerintahan gampong yang transparan dan akuntabel.












