Daerah  

13 Tahun Tinggal di Gubuk Nyaris Roboh, Bupati Mirwan Hadir Mengubah Nasib

ACEH SELATAN,Bersuarakita – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan merespons cepat kondisi memprihatinkan warga prasejahtera di Gampong Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan. Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menangani persoalan hunian tidak layak.

Kondisi sulit tersebut salah satunya dialami Bakrijar (44), seorang petani yang selama 13 tahun terakhir tinggal bersama istrinya, Roshani (43), dan tiga anak mereka di sebuah gubuk kayu yang nyaris roboh di Dusun Suak Buloh. Struktur bangunan yang rapuh dengan atap rumbia bocor serta dinding dan lantai yang lapuk membuat keluarga ini hidup dalam kekhawatiran setiap saat.

“Seluruh atap rumbia sudah bocor parah. Dinding dan lantai papan pun mulai lapuk. Kami tak punya pilihan lain,” ujar Bakrijar.

Keterbatasan ekonomi juga membuat keluarga tersebut belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak. Mereka masih mengandalkan sumur galian terbuka di luar rumah untuk kebutuhan sehari-hari.

Situasi serupa dialami Abdul Malik (42). Selama empat tahun, ia bersama istrinya tinggal di rumah berdinding anyaman pelepah kelapa dengan atap seadanya berupa terpal plastik hitam yang rentan rusak saat hujan dan angin kencang.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Mirwan menegaskan pentingnya peran aktif aparatur pemerintah hingga tingkat desa untuk turun langsung ke lapangan.

“Saya tidak ingin ada lagi warga yang harus hidup dalam ketakutan akibat kondisi rumah yang tidak layak. Aparatur di tingkat bawah harus menjadi mata dan telinga pemerintah. Lakukan pendataan ulang, validasi, dan pastikan bantuan tepat sasaran. Ini bukan sekadar urusan administratif, tetapi menyangkut kemanusiaan,” tegasnya.

Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Camat Kluet Selatan, T. Muzhar, dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Pemerintah kecamatan kini tengah melakukan verifikasi data guna memastikan keluarga terdampak masuk dalam prioritas penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

“Bupati meminta seluruh camat dan keuchik proaktif melihat kondisi masyarakat. Saat ini kami sedang memvalidasi data agar keluarga Bakrijar, Abdul Malik, serta warga lainnya dapat segera menerima bantuan,” kata Muzhar.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga mempercepat proses administrasi penyaluran bantuan stimulan perumahan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi cepat, sehingga warga tidak lagi tinggal di hunian yang membahayakan keselamatan mereka.